Dulu Belajar di Teras Rumah, Kini Anak-anak Prailiu Nikmati Sekolah Permanen Berkat PLN dan HHI

oleh
Kemeriahan Peresmian TK Kalu Manandang yang di Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, NTT-Foto Kolase:istimewa

Waingapu.Com-Hari-hari belajar di ruang keluarga warga atau di teras rumah akhirnya tinggal kenangan bagi anak-anak TK Negeri Kalu Manandang. Kini, mereka punya ruang kelas sungguhan—lengkap dengan meja, kursi kecil, dan toilet bersih—berkat kolaborasi PT PLN (Persero) dan Happy Hearts Indonesia (HHI).

Gedung baru TK Negeri Kalu Manandang yang diresmikan pada 23 Juli 2025 lalu itu berdiri megah di Kampung Kalu, Kelurahan Prailiu. Sebelumnya, sejak berdiri tahun 2008, sekolah ini tidak memiliki ruang kelas tetap. Anak-anak usia 4–6 tahun harus belajar di ruangan seadanya, hanya 5×5 meter, dengan fasilitas minim.

Melalui program TJSL PLN Peduli, PLN dan HHI membangun kembali sekolah ini dari nol. Bukan hanya layak, bangunan ini juga ramah lingkungan—dibuat dari batu bata daur ulang plastik, menyelamatkan 2,2 ton sampah dan mengurangi 5,3 ton emisi karbon.

“Saya sangat terharu. Anak-anak kami sekarang punya sekolah yang layak,” kata salah satu orang tua murid yang hadir dalam peresmian. “Mereka tidak lagi belajar di tempat sempit.”

Sylvia Beiwinkler, CEO Happy Hearts Indonesia, menyebut sekolah ini bukan sekadar gedung. “Ini tentang martabat dan kesempatan. Tentang masa depan yang lebih baik,” katanya.

Perwakilan PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen terhadap masa depan anak-anak Indonesia. “Kami percaya pendidikan dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan,” ujarnya.

Sekolah ini menjadi proyek perdana HHI di Sumba Timur. Organisasi nirlaba ini telah membangun lebih dari 390 sekolah di Indonesia, menjangkau ratusan ribu anak dan komunitas.(ion)

Komentar