Mbay, Waingapu.Com – Gempa susulan masih menghantui wilayah Flores setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut pada 15 Agustus 2026. Hingga laporan terbaru, jumlah gempa susulan telah mencapai 7.259 kejadian.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari laporan penanganan bencana yang diterima Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat koordinasi di Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
Rapat berlangsung di lokasi pengungsian Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Kecamatan Mbay.
Dalam rapat itu, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan perkembangan terbaru dampak gempa Flores.
Korban meninggal dunia tercatat mencapai 105 orang, sedangkan jumlah warga yang mengalami luka-luka sebanyak 1.678 orang.
Dampak bencana juga membuat 179.037 warga masih berada di pengungsian. Sementara 81.436 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
Tidak berhenti pada kerusakan tempat tinggal, gempa juga berdampak terhadap fasilitas publik. Sebanyak 1.951 fasilitas umum, termasuk sekolah, tempat ibadah dan kantor pemerintahan, tercatat terdampak.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah terus melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak.







