Waingapu.Com – Empat hari setelah gempa bumi Magnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Flores, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Data terbaru menunjukkan bahwa hingga Rabu (19/8/2026) pukul 08.00 WIB, jumlah gempa susulan telah mencapai 2.850 kejadian.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sumba Timur, Yonathan H. Marawali.
Jumlah gempa yang sangat tinggi menunjukkan bahwa proses penyesuaian lempeng bumi pascagempa utama masih terus berlangsung.
Dari ribuan gempa yang tercatat, sebanyak 24 kejadian memiliki kekuatan di atas Magnitudo 5.
Sementara itu, magnitudo terbesar yang tercatat mencapai 6,2 dan magnitudo terkecil berada pada angka 1,1.
Sebanyak 83 gempa susulan juga dilaporkan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Meski aktivitas gempa mulai menunjukkan tren penurunan, BPBD memperkirakan gempa susulan masih akan terjadi selama tiga hingga empat minggu mendatang.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana susulan.(ion)





