Pacuan Kuda Humba Cup IV Sumba Timur Jadi Ajang Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

oleh
Pacuan Kuda Humba Cup IV 2026 juga jadi sarana untuk memantik solidaritas bagi korban Gempa Flores (Foto: Waingapu.Com)

Ketua Panitia Humba Cup IV, Umbu Tamu Ridi Djawamara, mengatakan setiap kuda yang mengikuti perlombaan dikenakan iuran sebesar Rp50.000. Peserta juga diperbolehkan memberikan sumbangan lebih dari nominal tersebut.

Skema pengumpulan dana tersebut memiliki pembagian khusus. Sebanyak 30 persen dialokasikan untuk hadiah juara, sementara 70 persen diperuntukkan bagi korban gempa bumi di Flores.

Selain melalui iuran peserta, panitia juga menyiapkan kotak donasi di lokasi perlombaan. Penonton maupun masyarakat yang datang ke arena dapat menyalurkan bantuan melalui kotak tersebut.

“Tidak hanya itu, kami juga sediakan kotak donasi bagi para penonton atau siapa pun yang datang bisa memberikan donasi lewat kotak yang sudah disediakan,” kata Umbu Tamu.

Humba Cup IV tahun ini diikuti 683 ekor kuda yang terbagi dalam 15 kelas perlombaan. Peserta datang dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, empat kabupaten di Pulau Sumba, hingga Mbay, Kabupaten Nagekeo dan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Dengan demikian, arena pacuan kuda Rihi Eti Prailiu bukan hanya menjadi tempat bertemunya para pencinta olahraga berkuda dari berbagai daerah. Arena tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat rasa persaudaraan di tengah bencana yang menimpa Flores.

Derap kuda yang menggema pada pembukaan Humba Cup IV 2026 akhirnya membawa pesan lebih dalam: kemeriahan perayaan kemerdekaan tetap dapat berjalan, tetapi kepedulian terhadap sesama tidak boleh ditinggalkan. Dari Sumba Timur, solidaritas untuk masyarakat Flores pun ikut digaungkan melalui sebuah ajang olahraga dan budaya.(ion)