Turnamen Perisai Diri Sumba Timur: Lebih dari Silat, Ini Tentang Karakter dan Jiwa Ksatria

oleh
Laga para pendekar tersaji dalam dua hari turnamen Silat Perisai diri di SMAN 3 Waingapu. Diikuti oleh 150 pendekar dari 3 Kabupaten-Foto Kolase: Waingapu.Com

Waingapu.Com – Lebih dari sekadar seni bela diri, Turnamen Perisai Diri Sumba Timur yang digelar selama dua hari ini, dirancang untuk menanamkan nilai-nilai moral dan jiwa ksatria kepada generasi muda Sumba.

Ketua Umum Pengkab Perisai Diri Sumba Timur, Merliaty P. Simanjuntak, mengajak para peserta untuk mengingat kembali motto Perisai Diri “Pandai Silat Tanpa Cidera” yang mengedepankan keindahan teknik, strategi, serta sportivitas tinggi.

“Silat bukan hanya soal menang di arena, tapi juga tentang bagaimana menjadi manusia yang jujur, satria, dan siap menghadapi tantangan hidup,” tandas Merliaty.

Turnamen ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk menjaring atlet berbakat. Bahkan beberapa nama yang pernah mengikuti ajang serupa telah menembus kejuaraan di tingkat nasional, menjadikan Sumba Timur sebagai salah satu lumbung atlet silat potensial di Nusa Tenggara Timur.

Humas Pengkab Perisai Diri Sumba Timur,I Wayan Gelgel Eka Putera kepada wartawan menjelaskan, turnamen ini diikuti oleh 150 pendekar. Tak hanya berasal dari Sumba Timur selaku tuan rumah tapi juga sejumlah pendekar dari Sumba Barat dan Sumba Barat Daya juga ambil bagian dalam even yang dilaksanakan di SMAN 3 Waingapu itu. (wyn)

Komentar