50 Penenun dan 50 Kuda Sandel akan ‘Menari’ di Jejeran Bukit Tanarara dalam Humba Sandalwood Festival 2025

oleh
Festival Kuda Sandelwood

Waingapu.Com — Di atas hamparan bukit sabana Tanarara yang megah, Sumba Timur siap kembali memamerkan kebanggaan budayanya melalui Humba Sandalwood Festival 2025. Acara yang digelar 12 Juli 2025 ini akan menampilkan parade 50 ekor kuda Sandel dan unjuk keterampilan 50 perajin tenun ikat tradisional.

Festival ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi adalah kilas balik atas sejarah kejayaan budaya Sumba. Tahun 1975, tenun ikat Sumba Timur pernah menghiasi art shop di Bali dan merambah museum-museum besar dunia.

“Lewat festival ini, kami ingin mengenang sejarah itu sekaligus memperlihatkan bahwa budaya kami tetap hidup dan membanggakan,” ungkap Oria A. Raramata, Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Sumba Timur.

Menurut Sekda Umbu Ng. Ndamu, yang ditemui dalam kesempatan berbeda, kehadiran kuda Sandel bukan hanya sebagai hewan tunggangan, tetapi simbol keberanian dan identitas masyarakat Sumba.

“Kuda itu laksana bagian dari jiwa orang Sumba, digunakan dalam perang, meminang perempuan, hingga menari diiringi gong dan tambur. Juga akan ada atraksi kuda menari. Semua akan diperlihatkan dalam parade nanti,” katanya.

Festival yang digelar di dua lokasi, yakni Taman Wisata Matawai untuk pameran tenun dan Bukit Tanarara untuk parade kuda, juga menjadi sarana memperkuat citra pariwisata daerah. Pemerintah daerah pun optimis event ini menggerakkan roda ekonomi, membuka ruang promosi, dan memperluas jaringan kerjasama budaya.

Dengan tema kuda sebagai simbol kebanggaan dan tenun sebagai warisan leluhur, Sumba Timur akan kembali berbicara ke dunia lewat irama langkah kuda dan benang-benang tradisi yang tak lekang oleh zaman.(ion)

Komentar