5,5 Jam Menembus Laut, Pertamina Patra Niaga Antar Bantuan Gempa ke Pulau Palue

oleh
Relawan dari Pertamina Patra Niaga. Mereka harus menempuh perjalanan laut sekitar 5,5 jam untuk tiba dan salurkan batuan bagi 534 jiwa warga Palue yang terdampak Gempa Flores (Foto Kolase: istimewa)

Bantuan yang dikirim juga disesuaikan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Selain beras, minyak goreng, air mineral, kopi, dan mi instan, terdapat kasur lipat, selimut, handuk, lampu emergency, terminal listrik, tikar, sabun, sampo, pembalut wanita, serta popok bayi.

Setelah kapal tiba, tantangan berikutnya adalah menjangkau delapan titik posko yang tersebar di wilayah Palue. Kendaraan pengangkut bantuan tidak dapat menjangkau seluruh lokasi sehingga distribusi dilanjutkan dengan dukungan Pemerintah Kecamatan, BPBD, dan kepolisian.

Pulau Palue merupakan wilayah kepulauan yang terpisah dari Pulau Flores. Kondisi geografis tersebut membuat distribusi kebutuhan masyarakat menjadi lebih kompleks, terutama setelah gempa yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

“Setiap perjalanan memiliki tantangannya sendiri. Namun, bagi kami, yang terpenting adalah memastikan bantuan dapat benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Roy.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan koordinasi dan kolaborasi menjadi kunci dalam penyaluran bantuan ke daerah yang sulit dijangkau.

“Dalam kondisi bencana, kebutuhan masyarakat harus segera dipenuhi, sementara akses menuju lokasi terkadang tidak mudah. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi sangat penting,” ujar Ahad.(wyn)