Maumere, Waingapu.Com – Perjalanan menuju Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menjadi perjuangan tersendiri bagi tim relawan Pertamina Patra Niaga. Mereka harus menempuh perjalanan laut sekitar 5,5 jam untuk mengantarkan bantuan bagi warga terdampak gempa.
Bantuan dari Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maumere tersebut ditujukan bagi sekitar 534 jiwa yang terdampak gempa dan mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah wilayah Kecamatan Palue.
Perjalanan bantuan sempat tertunda. Pengiriman yang direncanakan pada Rabu (19/8/2026) harus ditunda karena kondisi cuaca buruk dan perairan yang tidak bersahabat.
Namun, penundaan tersebut tidak membuat distribusi bantuan dihentikan. Tim Pertamina melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, BPBD, PT ASDP Indonesia Ferry, kepolisian, dan berbagai pihak untuk memastikan ada jalur yang dapat digunakan.
Setelah kondisi memungkinkan, bantuan diberangkatkan menggunakan KMP Ile Ape. Tim harus menghadapi perjalanan laut yang panjang sebelum akhirnya tiba di Pulau Palue.
“Bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana bantuan yang sudah disiapkan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Roy, tim Pertamina Patra Niaga.
Menurut Roy, kondisi akses menuju Palue memang tidak mudah. Namun, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan agar bantuan yang telah disiapkan tidak berhenti di titik distribusi.






