Rote Ndao, Waingapu.Com-Keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh BBM di Kabupaten Rote Ndao akhirnya mendapat tanggapan resmi dari Pertamina Patra Niaga. Perusahaan energi milik negara itu memastikan distribusi BBM di wilayah Rote Ndao tetap berjalan normal dan stok tersedia.
Keluhan warga sebelumnya muncul setelah aktivitas pengisian BBM menggunakan drum di SPBU Sanggaoen viral di tengah masyarakat. Sebagian warga menduga praktik tersebut menyebabkan distribusi Pertalite dan Pertamax menjadi terganggu.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi mengatakan Pertamina telah melakukan berbagai langkah mitigasi. Salah satunya adalah memperingatkan seluruh SPBU agar memprioritaskan pelayanan kepada kendaraan langsung.
“Terkait isu ini, Pertamina telah memperingatkan kembali kepada seluruh SPBU untuk pengaturan prioritas pengisian kepada konsumen kendaraan,” tegasnya.
Pertamina juga meminta pengelola SPBU meminimalisir pengisian kepada non kendaraan guna mencegah aktivitas pengecer dan penimbunan.
Selain pengawasan internal, koordinasi dengan Terminal BBM juga dilakukan untuk mempercepat suplai ke wilayah Rote Ndao.
Menurut Ahad, langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi energi di wilayah kepulauan. Ia memastikan stok BBM dalam kondisi aman setelah tambahan suplai masuk pada Selasa (12/5).
Tambahan pasokan itu terdiri dari 60 KL Pertalite, 40 KL Pertamax, 35 KL Biosolar dan 5 KL Pertamina Dex. Pertamina juga menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada SPBU yang terbukti melanggar aturan distribusi BBM.
“Kami tidak menoleransi pelanggaran dalam pelayanan kepada konsumen,” tandas Ahad.
Masyarakat juga diimbau memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center 135 apabila menemukan dugaan penyimpangan distribusi BBM di lapangan.(ion)







