Waingapu.Com-Langkah Pegadaian Cabang Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, NTT menggelar literasi keuangan syariah di Masjid At-Tawwabin, Kelurahan Kamalaputi, Kecamatan Kota Waingapu dan sekitarnya, menjadi harapan baru bagi warga yang selama ini memendam keinginan menunaikan ibadah haji.
Di hadapan sekitar 70 jamaah, Senin (11/5/2026) sore lalu, Pegadaian memperkenalkan Produk Arrum Haji sebagai solusi pembiayaan syariah untuk memperoleh nomor porsi haji dengan skema angsuran ringan.
Bagi sebagian masyarakat, informasi itu menjadi kabar menggembirakan karena biaya setoran awal haji selama ini dianggap cukup berat.
Tak sedikit warga yang akhirnya menunda niat berangkat ke tanah suci akibat keterbatasan ekonomi.
Perwakilan Pegadaian Cabang Prailiu, Singgih Wicaksono, mengatakan pihaknya ingin mendekatkan layanan pembiayaan syariah kepada masyarakat secara langsung.
“Kami lakukan sosialisasi program Produk Arrum Haji Pegadaian agar jamaah di sini bisa tahu ada pembiayaan untuk tunaikan rukun haji kelima yang mudah dan ringan angsurannya,” kata Singgih.
Ia menerangkan Arrum Haji menggunakan sistem pembiayaan berbasis syariah dengan jaminan emas minimal 3,5 gram.
Dari jaminan tersebut, nasabah dapat memperoleh pembiayaan setoran awal haji dan mencicilnya dalam jangka waktu hingga 60 bulan.
Selain itu, proses administrasi pendaftaran juga dibantu langsung oleh Pegadaian sehingga masyarakat tidak kesulitan mengurus tahapan teknis.
Takmir Masjid At-Tawwabin, Ismail bin Ibrahim, mengaku kegiatan tersebut membuka wawasan baru bagi jamaah di lingkungannya.
“Karena banyak yang mau haji namun setoran awalnya cukup mahal jadi menunda niatannya,” ujarnya.
Menurut Ismail, kehadiran Pegadaian melalui program literasi keuangan syariah membantu masyarakat memahami bahwa perencanaan ibadah haji kini bisa dilakukan lebih fleksibel.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan hingga menjangkau wilayah lain di Kabupaten Sumba Timur.
Di sisi lain, kisah salah satu nasabah Arrum Haji, Muhammad Safi’in, turut memberi motivasi kepada jamaah yang hadir.
Ia mengaku bersama istrinya berhasil memperoleh nomor porsi haji sejak tahun 2021 melalui pembiayaan Arrum Haji Pegadaian.
“Total lunas sisa yang akan kami bayarkan 50 juta rupiah dan itu telah kami lunasi dengan mencicil selama dua tahun,” ungkap Safi’in.
Kisah tersebut membuat sejumlah jamaah mulai percaya bahwa keberangkatan ke tanah suci bukan lagi sekadar impian yang sulit dijangkau.
Melalui pendekatan edukatif di lingkungan masyarakat dan rumah ibadah, Pegadaian Prailiu kini berupaya membangun optimisme baru bahwa perjalanan menuju Baitullah dapat direncanakan lebih awal dengan sistem pembiayaan syariah yang aman dan terjangkau.(ion)



