Waingapu.Com-Pertamina Patra Niaga memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi di Pulau Sumba setelah muncul laporan kesulitan masyarakat mendapatkan Pertalite dan Biosolar di beberapa titik SPBU. Meski begitu, Pertamina memastikan penyaluran tetap sesuai kuota dan tidak ada kelangkaan di lapangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa suplai BBM subsidi di Sumba aman. Ia menjelaskan bahwa setiap SPBU kini dipantau secara digital, mulai dari stok harian hingga waktu kedatangan mobil tangki. “Jika terlihat kosong, itu hanya jeda sebelum suplai tiba. Kami pantau semua secara real time,” katanya dalam rilis yang diterima media ini, Jumat (21/11/2025) petang lalu.
Informasi simpang siur mengenai kelangkaan BBM mulai beredar sejak Kamis (20/11), ketika antrean panjang muncul di SPBU Matawai dan Kilometer Dua, Waingapu. Namun Ahad menilai situasi tersebut terjadi karena ritme pengiriman dan tingginya kebutuhan menjelang akhir tahun.
Untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi jelang Nataru, Pertamina Patra Niaga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait penambahan kuota Biosolar. Selain itu, suplai lapangan juga diperkuat dengan penyesuaian ritase pengiriman berdasarkan kebutuhan aktual.
Yang menjadi perhatian Pertamina adalah pola konsumsi yang tidak wajar di beberapa titik, terutama pembelian oleh konsumen non-kendaraan yang berpotensi menjadi celah bagi aktivitas pengepulan. “Fokus kami sekarang memastikan distribusi tepat sasaran. Karena itu, pengisian non-kendaraan kami perketat,” ujar Ahad.
Sementara itu, Bupati Sumba Timur telah mengeluarkan surat edaran pembatasan pembelian bagi kendaraan roda enam. Pemerintah daerah menilai pembatasan ini penting untuk menjaga ketersediaan BBM bagi sektor transportasi masyarakat umum dan layanan publik.
Ahad juga meminta masyarakat tidak membeli BBM dari pedagang eceran, mengingat praktik itu sering menjadi pemicu ketidakseimbangan distribusi dan lonjakan harga. Pertamina, tegasnya, hanya menjamin kualitas dan harga resmi melalui SPBU yang ditunjuk.
Pertamina berharap sinergi antara pemerintah daerah, SPBU, pengawas lapangan, dan masyarakat dapat mencegah munculnya kembali antrean panjang dan misinformasi. “Dengan suplai aman dan pengawasan berlapis, distribusi BBM subsidi diharapkan berjalan stabil,” tutup Ahad.
Masyarakat diminta merujuk pada saluran resmi informasi melalui Pertamina Call Center 135 apabila membutuhkan data akurat terkait ketersediaan BBM di Pulau Sumba.(ion)







