Ende, Waingapu.Com-Persewa Waingapu tampil impresif dan menghadirkan kejutan pada laga kedua Grup F El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV 2025 di Stadion Marilonga, Ende, Senin (17/11/2025) malam. Klub kebanggaan masyarakat Sumba Timur itu sukses menekuk Bintang Timur Atambua, finalis dua edisi terakhir ETMC, dengan skor meyakinkan 3 – 1.
Persewa bisa saja menang dengan skor 4 – 1 andai saja peluang pertama mereka lewat solo run tidak terperangkap offside. Meski di sisi lain, keputusan wasit tak ayal menuai kontroversi dari para penikmat sepak bola Flobamorata.
Kemenangan ini menjadi kebangkitan penting bagi Persewa setelah pada laga perdana harus mengakui keunggulan Persamba Manggarai Barat dengan skor tipis 0 – 1. Tambahan tiga poin ini membuka asa mereka untuk menembus babak 16 besar dengan satu laga sisa melawan PS Malaka.
Sementara itu, Bintang Timur Atambua yang pada laga pembuka hanya meraih hasil imbang melawan PS Malaka, masih menyimpan peluang. Mereka wajib memaksimalkan laga terakhir kontra Persamba jika ingin menjaga asa lolos dari fase grup.
Sejak peluit awal dibunyikan, Bintang Timur tampil percaya diri. Mereka berupaya mendikte ritme permainan melalui sektor tengah yang dikomandoi jenderal lapangan Crespo Hale. Namun distribusi bolanya kerap terputus oleh pressing rapi Persewa yang mampu menjaga blok permainan tetap solid.
Upaya eksplorasi ke sisi sayap yang selama ini menjadi kekuatan Bintang Timur juga beberapa kali dipatahkan. Lini belakang Persewa tampil disiplin, melakukan berbagai clearance yang krusial untuk meredam tekanan lawan.
Ketenangan Persewa akhirnya membuahkan hasil. Pada menit ke-33, Elpin Bulu memecah kebuntuan lewat tendangan half-volley yang menghujam gawang Bintang Timur. Gol ini lahir dari bola liar hasil umpan lambung yang gagal diantisipasi bek lawan, momen klinis yang dimanfaatkan Elpin dengan sempurna.
Tertinggal satu gol, Bintang Timur mencoba merespons cepat. Namun upaya mereka justru berbuah petaka. Sebuah high pressing dari dua pemain Persewa di sisi kiri pertahanan Bintang Timur memaksa bek lawan kehilangan bola. Bola yang direbut kemudian mengalir ke kaki Ronald, yang dengan dingin menyelesaikan peluang menjadi gol kedua Persewa di menit ke-39.
Menit-menit akhir babak pertama menjadi titik balik kecil bagi Bintang Timur. Melalui serangan cepat, Ome memanfaatkan ruang sempit di sisi kanan kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang bersarang di gawang Persewa. Gol ini terjadi setelah lini tengah Persewa gagal mengantisipasi pergerakan Ome.
Memasuki babak kedua, situasi menjadi semakin sulit bagi Bintang Timur yang harus bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah. Kondisi itu membuat ritme dan intensitas permainan mereka menurun, sementara Persewa memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menjaga dominasi dan mengontrol tempo pertandingan.
Tekanan berulang Persewa akhirnya kembali membuahkan hasil. Pada menit ke-74, sebuah situasi sepak pojok menghasilkan kemelut di depan gawang Bintang Timur. Bola yang gagal dihalau dengan sempurna dimanfaatkan Dionisius Umbu, yang tanpa ragu melakukan shooting keras, untuk mengunci skor menjadi 3 – 1.
Sisa waktu pertandingan dihabiskan Bintang Timur dengan berusaha menekan lewat pola direct play, namun serangan-serangan mereka mentah di hadapan pertahanan Persewa yang tampil disiplin hingga menit akhir.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3 – 1 tak berubah. Persewa Waingapu menorehkan kemenangan penting dan menghidupkan peluang lolos.
Dengan komposisi hasil sementara Grup F, Bintang Timur vs PS Malaka (1 – 1), Persewa vs Persamba (0 – 1), dan Persewa vs Bintang Timur (3 – 1), semua tim masih menyisakan satu laga. Untuk lolos ke babak 16 besar, Persewa hanya membutuhkan kemenangan atas PS Malaka. Jika imbang, peluang mereka tetap terbuka, tetapi harus berharap Persamba mengalahkan Bintang Timur. Kekalahan akan membuat Persewa tersingkir.(Oris Goti, jurnalis Metro TV dan pemerhati sepak bola NTT)







