Dari Kampus ke Masyarakat, Laboratorium Genomik Unkriswina Diarahkan Hasilkan Riset Berdaya Guna

oleh
Peresmian Laboratorium Genomik di Unkriswina Sumba ditandai pengguntingan pita oleh oleh Jeffrie Lempas, Ketua pengurus YPTKSW didampingi oleh Erlina VF Ratu, Ketua YSDS (Yayasan Satriabudi Dharma Setia) serta Maklon F. Killa, Rektor Unkriswina-Foto Kolase: Waingapu.Com

Waingapu.Com-Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Waingapu menegaskan arah pengembangan risetnya tidak berhenti di ruang kelas dan jurnal ilmiah. Hal ini ditegaskan dalam peresmian Laboratorium Genomik Unkriswina, Senin (26/1/2026).

Ketua Pengurus YPTKSW Jeffrie Lempas menekankan, seluruh peralatan di laboratorium tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan berorientasi pada hasil nyata.

“Universitas Kristen seperti Unkriswina jangan hanya sebatas riset, tapi harus jelas outputnya,” kata Jeffrie.

Menurutnya, riset yang dilakukan harus memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama di sektor kesehatan, pertanian, dan peternakan.

Laboratorium genomik ini menjadi fasilitas baru yang membuka peluang riset berbasis teknologi tinggi di Sumba Timur.

Rektor Unkriswina Maklon F. Killa menyebut, kehadiran laboratorium tersebut merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan lokal dengan pendekatan ilmiah.

“Laboratorium ini adalah modal dasar untuk meningkatkan kualitas pengabdian Unkriswina kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia mencontohkan, wabah ASF pada ternak babi di Pulau Sumba dapat menjadi fokus penelitian yang relevan dan berdampak langsung.

Sementara itu, Ketua YSDS Erlina VF Ratu menilai, laboratorium genomik ini merupakan bagian dari pembangunan ekosistem pendidikan dan penelitian jangka panjang.

“Kami ingin ekosistem pendidikan dan penelitian dibangun secara konsisten dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Erlina berharap, dosen dan mahasiswa Unkriswina menjadikan laboratorium ini sebagai ruang belajar dan riset yang produktif.

Peresmian laboratorium turut dihadiri unsur pemerintah daerah dan lembaga teknis yang selama ini bermitra dengan Unkriswina.

Dengan fasilitas genomik tersebut, Unkriswina diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat Sumba Timur.(ion)

Komentar