Gebyar SMK di Sumba Timur Libatkan SLB, Misi ini yang Mau Diekspos ke Masyarakat

oleh
oleh

Waingapu.Com – Ada yang beda dalam pelaksanaan Gebyar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumba Timur tahun 2023 ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kali ini Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Waingapu dilibatkan dalam kegiatan yang dilaksanakan sejak Senin (22/5/2023) hingga Selasa (23/5/2023) di pelataran SMKN 1 Waingapu.

Dominik W. Tenggu selaku ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (MKKS-SMK) se-Sumba Timur kepada wartawan di  sela-sela kegiatan Gsebtar SMK hari ke dua, Selasa (235/2023) menjelaskan pelibatan SLB sebagai upaya untuk mengekpos lembaga ini yang siap untuk mendidik dan membina anak – anak disabilitas agar tetap bisa mandiri dan tidak putus asa.

 “SLB sesungguhnya memang bidang lain yakni bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus atau PLK. Tapi tak bisa kita tepikan di Sumba Timur ini hanya ada 1 SLB atau tunggal. Kita libatkan kali ini adalah untuk masyarakat yang sekirannya punya anak difabel bisa mempercayakan bimbingan dan pendidikan orang tercinta mereka di SLB ini,” jelas Dominik yang saat itu didampingi Yanti Hida Rihi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah (Kepsek) SLB Negeri Waingapu. 

Baca Juga:  Songsong HUT Ke -14 SMAN 1 Haharu Gelar Kerja Bhakti Bersihkan Mesjid & Gereja

Lebih jauh Dominik menguraikan, momen Gebyar SMK kali ini menjadi momentum untuk pelibatan SLB dalam kegiatan serupa di tahun mendatang. Hal itu sebut dia karena di Sumba Timur telah ada koordinator pengawas yang defenitif yang mana dengan itu SLB telah dimasukan dalam kelompok SMK.

Yanti Hida Rihi dalam kesempatan itu menyatakan kebanggaan dan rasa terima kasihnya pada keluarga besar MKKS – SMK. 

“Jujur kami punya gebyar sendiri yang biasanya dilakukan di Propinsi. Namun dengan dilibatkan hari ini kami ingin bilang pada dunia bahwa SLB itu ada. Dan SLB itu adalah tempat untuk pendidkan anak-anak yang boleh dikata terabaikan di mata dunia,” tegasnya.

Baca Juga:  Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur Ingin Pendekatan PDIA Diterapkan di KKG

Selain itu kata Yanti, dalam kegiatan gebyar SMK ini menjadi ajang pihaknya untuk menyampaikan ke masyarakat bahwa SLB adalah tempat yang layak bagi masyarakat untuk menitipkan anak – anak disabilitas atau berkebutuhan khusus untuk dibimbing, mendapatkan pendidikan.

“Di SLB anak-anak difabel selain mendapatkan pengetahuan secara umum juga keterampilan untuk bisa mandiri dan bahkan bisa bersaing jika dipercayakan masuk ke bursa kerja,” timpalnya. 

Seperti disaksikan dalam kegiatan itu selain menampilkan aneka produk kreatifitas di stand mereka, SLB juga menyajikan atraksi hiburan berupa nyanyi serta permainan keyboard. Selain itu juga tersaji hiburan pantomim. (ion)    

Baca Juga:  Sinergi Lima LSM Untuk Program Kemitraan & Hibah INOVASI Siap ‘Action’ Di Sumba

Komentar