Jejak Pelarian Terputus di Sumba Barat Daya: Akhir Singkat Dua Pelaku Pembunuhan Sadis di Wacubakul

oleh
Dendam jadi motif yang landasi aksi pembunuhan sadis di Sumba Tengah (Foto: ilistrasi istimewa)

Waibakul, Waingapu.Com-Pelarian itu tidak berlangsung lama. Dua pria yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan sadis di Wacubakul, Sumba Tengah, NTT akhirnya harus mengakhiri langkah mereka di wilayah Sumba Barat Daya.

Upaya kabur yang dirancang cepat ternyata tak mampu menghindarkan mereka dari kejaran aparat kepolisian yang bergerak senyap namun pasti.

Kedua pelaku, DLJ (47) dan PLP (32), ditangkap pada Kamis dini hari, 23 April 2026 sekitar pukul 01.10 WITA, hanya selang beberapa jam setelah pengejaran intensif dilakukan.

Kapolres Sumba Barat, AKBP Yohanis Nisa Pewali, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja cepat tim gabungan yang dibentuk segera setelah kejadian.

“Tim langsung bergerak berdasarkan hasil pengembangan di lapangan. Kami telusuri jalur pelarian hingga ke wilayah Sumba Barat Daya,” ungkapnya dilansir Tribrata News NTT.

Pelarian para pelaku diduga dilakukan secara tergesa-gesa. Minim persiapan, tanpa strategi matang, dan hanya mengandalkan jarak sebagai perlindungan.

Namun bagi aparat, jarak bukanlah penghalang. Jejak demi jejak berhasil dibaca, hingga akhirnya mengerucut pada lokasi persembunyian.

Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan. Tidak ada upaya kabur kedua. Situasi terkendali.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diyakini berkaitan langsung dengan peristiwa pembunuhan.

Dalam banyak kasus kriminal, fase pelarian sering menjadi penentu. Namun kali ini, kecepatan aparat membuat ruang gerak pelaku nyaris tidak ada.

“Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur dan transparan,” tegas Kapolres.

Adapun peristiwa pembunuhan sadis bermotif dendam itu terjadi Selasa, 21 April 2026 sekitar pukul 23.55 Wita di Kampung Wacubakul, Desa Maderi, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Insiden berdarah itu mengakibatkan dua korban meninggal dunia, yakni Manung Sili Dingu (42) dan seorang anak berusia dua tahun, Kristian Padi Doli.(ion)