Jakarta, Waingapu.Com-Di balik keberhasilan pengungkapan kasus phishing tools W3llstore, terdapat kerja kolaboratif yang menjadi contoh penanganan kejahatan siber di Indonesia. Polda NTT dan Bareskrim Polri menunjukkan bahwa koordinasi lintas wilayah dapat menghasilkan capaian signifikan, bahkan dari daerah yang selama ini jarang disorot dalam isu siber.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji, memberikan apresiasi atas kerja cepat tim di lapangan.
“Pengungkapan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pusat dan daerah dalam menghadapi kejahatan siber,” ujarnya.
Dua tersangka ditangkap di Kota Kupang setelah melalui serangkaian penyelidikan.
Direktur Reskrimsus Polda NTT, Kombes Pol Hans Rachmatulloh Irawan, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti komitmen institusinya.
“Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam melindungi masyarakat dari ancaman digital,” katanya.
Menurutnya, jaringan kejahatan siber kini semakin kompleks dan tidak mengenal batas geografis.
Karena itu, pendekatan yang digunakan pun harus adaptif dan berbasis kolaborasi.
“Tidak bisa lagi bekerja sendiri. Sinergi menjadi keharusan,” tambahnya.
Kasus ini juga menjadi momentum bagi Polda NTT untuk memperkuat kapasitas penanganan kejahatan siber.
Ke depan, kerja sama dengan Bareskrim akan terus ditingkatkan.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman, terutama bagi masyarakat di daerah.(ion)







