Pernyataan tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak hanya menilai layanan pinjaman dari kemudahan pencairan dana. Warga juga perlu memeriksa status penyelenggara melalui kanal resmi OJK dan membaca ketentuan penggunaan aplikasi sebelum memberikan persetujuan.
Selain legalitas, Julie meminta masyarakat memperhitungkan bunga, biaya administrasi, tenor pinjaman, dan kemampuan membayar cicilan. Pinjaman yang terlihat kecil pada awalnya dapat menjadi beban apabila biaya dan kewajibannya tidak dipahami sejak awal.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan pinjaman sebagai jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan yang sebenarnya dapat direncanakan. Penggunaan uang harus didasarkan pada kebutuhan prioritas, kondisi pendapatan, serta kemampuan keuangan rumah tangga.
Menurut Julie, judi online juga harus dihindari karena berpotensi menghabiskan penghasilan tanpa menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Kebiasaan tersebut dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan keluarga dan mendorong seseorang mencari pinjaman baru untuk menutup kerugian.
Kehadiran OJK dalam kegiatan di Malumbi diharapkan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai perlindungan konsumen jasa keuangan, termasuk cara mengenali layanan resmi dan menghindari tawaran pembiayaan yang mencurigakan.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, turut menekankan pentingnya edukasi keuangan dan akses terhadap perbankan resmi. Menurutnya, pemahaman masyarakat yang semakin baik akan membantu membangun ekosistem keuangan yang sehat dan mendukung kegiatan ekonomi produktif.(ion)







