Borong, Waingapu.Com – Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii turun langsung ke Pulau Flores untuk memantau penanganan darurat pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kehadiran orang nomor satu di Basarnas itu menjadi sinyal bahwa pemerintah terus memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah terdampak. Memasuki hari kedua pascagempa, operasi SAR diperluas ke tiga kabupaten, yakni Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan Kepala Basarnas dijadwalkan meninjau langsung wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur.
Tidak hanya melakukan pemantauan, Basarnas juga menyiagakan satu unit helikopter untuk mendukung proses evakuasi medis melalui jalur udara apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Bapak Kepala Basarnas bersama rombongan telah tiba dan dijadwalkan meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur. Selain itu, helikopter Basarnas juga telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi medis udara secara cepat apabila diperlukan dan saat ini disiagakan di Bandara Komodo Labuan Bajo,” ujar Fathur Rahman.




