Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi kendala akses menuju lokasi terdampak. Sejumlah wilayah di Flores masih menghadapi tantangan infrastruktur akibat dampak gempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat proses evakuasi korban.
Selain di Manggarai Timur, tim SAR juga memperluas pencarian ke Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo. Penyisiran dilakukan sesuai rencana operasi hari kedua dengan menjangkau sejumlah titik yang sebelumnya belum dapat diakses.
Hingga Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 14.00 WITA, jumlah korban yang telah terverifikasi mencapai 183 orang. Sebanyak 51 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 132 lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan.
Basarnas memastikan operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan. Data korban juga akan terus diperbarui melalui koordinasi dengan BPBD dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.(ion)




