Kampus Terdampak Gempa NTT Ikut Dipetakan, Pemerintah Siapkan Skema Pemulihan

oleh
Tim SAR gabungan berjibaku evakuasi korban gempa Nagekeo di Maumere, NTT (Foto: Basarnas Maumere)

Pemberian beasiswa untuk tahap awal berlangsung selama satu semester. Namun, pemerintah masih membuka peluang memperpanjang bantuan jika kondisi akibat bencana belum pulih.

“Kita akan lihat pertama untuk satu semester dulu ya nanti kalau memang dampaknya masih berkelanjutan kita akan tambah lagi di tahun depan di semester yang berbeda,” tuturnya.

Selain dukungan berupa beasiswa dan pemulihan fasilitas, mahasiswa juga akan dilibatkan dalam penanganan dampak bencana melalui KKN tematik. Sejumlah organisasi mahasiswa dari perguruan tinggi terdampak telah berkomunikasi dengan mahasiswa dari daerah lain.

“Jadi kemarin beberapa BEM dari daerah terdampak gempa, ada Universitas Kristen Indonesia Ruteng, Santo Paulus Ruteng, ada Undana, ada Elbajo, Politeknik Bajo, kemudian ada Unram juga mereka bertemu dengan teman-teman BEM yang ada di Jawa,” ucap Brian.

Keterlibatan mahasiswa tersebut diarahkan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat yang telah dipetakan di lapangan. Dengan demikian, pemulihan sektor pendidikan tinggi di NTT tidak hanya menyasar bangunan dan pembiayaan mahasiswa, tetapi juga mendorong mahasiswa ikut mengambil peran dalam membantu masyarakat terdampak.(ped)