Waingapu.Com-Aktivitas truk pengangkut tebu milik PT Muria Sumba Manis (MSM) mendapat kecaman keras dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumba Timur yang menilai praktik tersebut membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak. Pernyataan ini disampaikan Ketua LPA Sumba Timur, Anto Kila, pada Senin malam (4/8/2025) melalui media sosial.
LPA juga merilis pernyataan itu pada awak media ini sebagai reaksi atas dugaan kecerobohan truk pengangkut tebu milik PT MSM, yang jamak diketahui publik sebagai salah satu anak perusahaan Djarum Group itu.
“Kami mendapat banyak laporan dari warga tentang truk-truk pengangkut tebu yang sering menjatuhkan batang di jalan dan melaju kencang meski muatannya melebihi kapasitas. Ini ancaman nyata bagi keselamatan anak-anak,” ujar Anto yang juga merupakan ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (Forum PRB) Kabupaten Sumba Timur itu.
LPA mendesak pemerintah daerah dan Satlantas Polres Sumba Timur memperketat pengawasan serta menerapkan sanksi tegas terhadap pelanggaran zero overdimension-overload. “Jangan sampai kita menunggu ada korban jiwa baru kemudian bergerak,” tegasnya.
Sikap keras juga disampaikan Direktur Stimulant Institute, Stepanus Makambombu, yang menyebut bahwa keserakahan perusahaan telah mengabaikan keselamatan masyarakat. “Apalagi yang kalian tidak ambil? Tanah sudah kalian rampas, sekarang nyawa kami pun mau kalian ambil dengan membiarkan armadamu ugal-ugalan di jalan,” tegas Stepanus.
LPA meminta PT MSM segera mengambil langkah konkret, termasuk memastikan setiap truk dilengkapi pengaman agar muatan tidak tercecer, serta menyertakan klausul keamanan dalam kontrak kerja sama dengan operator angkutan. “Masalah overloading ini sering berawal dari tekanan ekonomi kepada sopir, ini yang harus diperbaiki,” pungkas Anto.(ped/ion)







