Kupang, Waingapu.Com-Pencarian seorang warga yang hilang di kawasan hutan Desa Oeletsala, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, berakhir dramatis. Setelah tiga hari operasi tanpa henti, korban akhirnya ditemukan selamat pada Sabtu (18/04/2026).
Kisah ini bukan sekadar operasi pencarian biasa. Di baliknya, ada kerja senyap tim K-9, insting anjing pelacak, serta pengetahuan warga lokal yang menjadi penunjuk arah di tengah hutan lebat.
Sejak pagi hari ketiga, strategi diubah. Tim SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi tiga SRU untuk memperluas jangkauan pencarian.
“Langkah ini kami ambil agar seluruh potensi lokasi bisa dijangkau secara maksimal,” kata Mexianus Bekabel.
Pergerakan tim tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga pengalaman membaca tanda-tanda alam yang ditunjukkan oleh warga setempat.
Sementara itu, unit K-9 Polda NTT turut memainkan peran penting dalam menelusuri jejak yang tersisa.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada pukul 11.15 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi selamat, sekitar 2,80 kilometer dari titik awal hilang.
“Ini adalah bukti bahwa kombinasi kemampuan manusia, teknologi, dan insting hewan pelacak sangat efektif,” ujar Mexianus.
Proses evakuasi berlangsung cepat dan terkoordinasi. Korban langsung dibawa keluar dari area hutan untuk mendapatkan penanganan.
Keluarga korban yang menunggu di posko tak mampu menahan haru saat melihat anggota keluarganya kembali dengan selamat.
Operasi ini menjadi contoh nyata pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan kondisi darurat.
Unsur yang terlibat antara lain Kantor SAR Kupang, Polsek Kupang Tengah, Tim K-9 Polda NTT, BPBD Kabupaten Kupang, serta masyarakat.
Dengan keberhasilan ini, operasi SAR resmi diakhiri dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing.(ion)







