Waingapu.Com-Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh globalisasi, Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menegaskan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda.
Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri launching logo dan maskot HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu.Menurutnya, kemajuan teknologi membawa dua sisi: peluang dan ancaman.
Generasi muda kini dengan mudah mengakses informasi, namun tidak semuanya membawa dampak positif.
“Tentu pendidikan karakter ini adalah sesuatu yang sangat penting,” ujarnya pada para wartawan.
Ia menekankan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam membentuk moral dan etika generasi muda.
“Gereja punya peran besar dalam pendidikan karakter, terutama dalam membangun nilai kasih sebagai dasar kehidupan,” katanya.
Dalam konteks lokal, gereja telah lama berkontribusi dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Peran ini, menurutnya, harus terus diperkuat agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Ia juga mengajak semua pihak untuk membangun sinergi, termasuk antara pemerintah dan lembaga keagamaan.
Momentum HUT ke-75 Paroki Sang Penebus dinilai sebagai kesempatan untuk memperkuat kolaborasi tersebut.
Sementara itu, Pater Bartholomeus V. Farano L. Nedy Rano, selaku Pastor Paroki menegaskan bahwa gereja tidak boleh terlepas dari realitas sosial.
“Kami ingin kegiatan ini tidak konsumtif, tetapi benar-benar menyentuh iman dan kehidupan umat,” ujar figur yang akrab disapa Pater Rano itu.
Ia menyebut berbagai kegiatan yang disiapkan akan fokus pada peningkatan spiritualitas dan partisipasi umat.
Tidak hanya itu, aspek sosial seperti pemberdayaan ekonomi juga menjadi perhatian.
“Ini harus relevan bagi masyarakat kecil dan sederhana di Sumba Timur,” katanya.
Di tengah tantangan global, pendidikan karakter menjadi fondasi yang tidak boleh diabaikan.
Dan gereja, dalam perannya, tetap menjadi salah satu penjaga nilai itu.(ion)







