Jakarta, Waingapu.Com-Lagu “Mas Bahlil Ganteng” atau yang dikenal luas dengan singkatan MBG makin mengguncang media sosial. Nada sederhana yang mudah diingat membuat lagu ini menjelma menjadi fenomena baru di TikTok, Instagram Reels hingga YouTube Shorts. Bahkan, lagu yang kini bersaing ketat dengan tren “Lu Kenal Veronika Ko?” itu ikut masuk ke lingkungan keluarga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @raffinagita1717, Bahlil mengaku anaknya sendiri kini ikut memanggil dirinya dengan sebutan “Bapak MBG”. Pengakuan itu disampaikan saat berbincang santai bersama Raffi Ahmad.
“Saya lagi ibadah umroh, terus setiap pagi bangun, anak saya saja ketawain saya, ‘Bapak MBG, oh’,” kata Bahlil sambil tertawa, dikutip Sabtu (30/5/2026).
Fenomena MBG kini disebut-sebut menjadi pesaing serius lagu viral “Lu Kenal Veronika Ko?” yang lebih dulu mendominasi berbagai platform media sosial. Jika “Veronika” dikenal karena lirik absurd dan gaya komedi khas internet, maka MBG hadir dengan pola nada ringan yang cepat menempel di kepala pengguna media sosial.
Tidak hanya dipakai oleh konten kreator dewasa, lagu MBG juga ramai digunakan anak-anak untuk membuat video lucu hingga parodi keluarga. Hal itu yang membuat penyebaran lagu ini berlangsung sangat cepat dan meluas lintas usia.
Bahlil sendiri mengaku penasaran dengan sosok kreator di balik lagu yang menyeret namanya menjadi tren nasional tersebut. Menurutnya, viralitas lagu itu muncul secara alami tanpa rekayasa.
“Kalau itu asli penasaran,” ujarnya.
Dia mengaku tidak mengetahui bagaimana lagu tersebut bisa menyebar begitu cepat hingga menjadi percakapan publik di berbagai platform media sosial. Namun, Bahlil menilai algoritma media sosial dan kreativitas generasi muda menjadi faktor utama.
“Saya sendiri tidak tahu dan itu alami sekali. Dan saya sendiri penasaran ini siapa yang buat,” katanya.
Meski dijadikan objek dalam lagu viral, Ketua Umum Partai Golkar itu memilih merespons dengan santai. Dia bahkan mengapresiasi kreativitas anak muda yang mampu menciptakan tren digital dari hal-hal sederhana.
“Tetapi saya menghargai lah kreativitas orang-orang ya, anak-anak muda sekarang, teman-teman ya,” ujar Bahlil.
Namun demikian, dia mengingatkan agar kebebasan berekspresi di media sosial tetap dijalankan secara bijak. Menurutnya, kreativitas harus tetap berada dalam batas yang sehat dan tidak memicu konflik sosial.
“Namun, kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh, jangan sampai masuk di sara. Jadi, kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar,” katanya.
Bahlil menegaskan bahwa menjadi pejabat publik berarti harus siap menerima berbagai bentuk ekspresi masyarakat, termasuk dijadikan bahan lagu dan konten viral.
“Ya risiko jadi pejabat publik, harus menerima semuanya,” ujarnya.
Persaingan antara lagu MBG dan “Lu Kenal Veronika Ko?” kini menjadi bukti bagaimana budaya digital Indonesia bergerak sangat cepat. Lagu sederhana, potongan suara lucu, hingga candaan spontan bisa berubah menjadi fenomena nasional hanya dalam hitungan hari.(ion)






