Dari Sabu ke Kupang, Perjalanan 14 Drum Moke Berakhir di Tangan Polisi

oleh
Sebanyak 2.800 liter moke asal Sabu Raijua diamankan bersama truk pengangkutnya saat tiba di Pelabuhan Bolok, Kupang(Foto: istimewa)

Kupang, Waingapu.Com-Perjalanan 14 drum moke dari Sabu Raijua menuju Kupang berakhir sebelum mencapai tujuan. Aparat kepolisian berhasil menghentikan distribusi minuman keras tradisional itu di Pelabuhan Bolok.

Moke tersebut diangkut menggunakan kapal KMP Lakaan yang berangkat pada Kamis (19/3/2026) sore. Sehari kemudian, muatan itu tiba di Kupang.

Namun, kedatangan itu sudah dipantau aparat. Gerak-gerik kendaraan pengangkut moke telah masuk dalam radar pengawasan polisi.

Begitu kapal sandar, petugas langsung bergerak. Sebuah truk ekspedisi kayu berwarna merah menjadi sasaran pemeriksaan.

Truk dengan nomor polisi DH 8209 AJ itu dikemudikan oleh SA (22). Ia tampak tenang, namun tidak bisa menyembunyikan isi muatan yang dibawanya.

Saat pintu bak dibuka, deretan drum besar terlihat jelas. Aroma khas moke menguatkan dugaan bahwa kendaraan tersebut membawa minuman keras.

Dikutip dari Tribrata News NTT, total ada 14 drum yang ditemukan. Jika dihitung, volume keseluruhannya mencapai sekitar 2.800 liter.

Penemuan ini menunjukkan bahwa distribusi moke tidak lagi berskala kecil. Ada indikasi kuat bahwa peredaran dilakukan secara terorganisir.

Petugas langsung mengamankan kendaraan dan sopir. Barang bukti kemudian dibawa ke Polres Kupang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus ini kini ditangani Satresnarkoba Polres Kupang. Penyelidikan difokuskan pada jaringan distribusi dan pihak-pihak yang terlibat.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyebut penindakan ini sebagai langkah penting dalam pengendalian miras ilegal.

Ia menegaskan bahwa jalur distribusi akan terus dipantau, terutama dari daerah penghasil menuju kota-kota besar.

Perjalanan moke dari Sabu ke Kupang kali ini menjadi bukti bahwa pengawasan semakin ketat—dan ruang gerak pelaku semakin sempit.(ion)