Ia menjelaskan pemandu wisata memiliki tanggung jawab mengenalkan berbagai cerita rakyat, mitos, hingga nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat sekitar hutan.
Selain menyampaikan kisah-kisah lokal selama perjalanan menuju air terjun, para pemandu juga berperan menjelaskan situs budaya yang berada di kawasan tersebut.
Tidak hanya itu, pemandu wisata menjadi orang pertama yang membantu wisatawan apabila terjadi keadaan darurat selama aktivitas wisata berlangsung.
Balai TN Matalawa berharap peningkatan kapasitas kelompok pemandu wisata dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi.
Melalui kolaborasi dengan masyarakat lokal, wisata alam Air Terjun Matayangu diharapkan berkembang sebagai destinasi yang mengedepankan edukasi, budaya, dan konservasi.(ion)







