Program Minggu Kasih Polres Sumba Timur Sasar Gereja, Satresnarkoba Siapkan Sosialisasi Bergilir

oleh
Aparat Satresnarkoba Polres Sumba Timur dipimpin Kasat, Iptu I Gede Putu Parwata masuki GKS Jemaat Praiwora, berikan sosialisasi anti Narkoba (Foto: Waingapu.Com)

Waingapu.Com – Polres Sumba Timur memperluas pendekatan pencegahan narkoba melalui kegiatan keagamaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyampaikan edukasi bahaya narkoba secara langsung kepada jemaat gereja melalui program Minggu Kasih.

Kali ini, kegiatan menyasar Gereja GKS Praiwora, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (8/11/2026) pagi. Sekitar 300 jemaat mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan setelah ibadah selesai.

Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Sumba Timur, Iptu I Gede Putu Parwata, bersama anggota Satresnarkoba. Kedatangan rombongan kepolisian diterima Pendeta Mathias Eko Nugroho Riwoe, dan Majelis Gereja.

Dalam kegiatan itu, Majelis Gereja memberikan kesempatan kepada Iptu Parwata menyampaikan Warta Mimbar atau Warta Jemaat. Materi yang disampaikan berfokus pada bahaya penyalahgunaan narkoba, ancaman terhadap generasi muda, serta pentingnya keterlibatan gereja dan keluarga dalam pencegahan.

Parwata mengatakan, sosialisasi melalui gereja menjadi salah satu cara membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Melalui ruang keagamaan, pesan pencegahan narkoba dapat disampaikan secara langsung kepada orang tua, pemuda, dan berbagai kelompok jemaat.

Ia menekankan bahwa upaya memberantas narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Edukasi, pengawasan keluarga, serta keberanian masyarakat melaporkan aktivitas mencurigakan juga menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

“Narkoba adalah musuh kita bersama. Anak-anak kita adalah generasi penerus di Gereja ini khususnya. Jangan sampai anak-anak kita yang rajin ke Gereja, pulang ibadah malah diajak orang untuk coba narkoba,” ujar Parwata.

Ia juga mengajak jemaat ikut mengawasi pergaulan anak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba maupun minuman keras ilegal. Apabila menemukan indikasi aktivitas yang mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor kepada Polres Sumba Timur atau call center Satresnarkoba.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Gereja adalah benteng moral terkuat di Sumba Timur. Kalau Gereja, Polisi, dan Orang Tua bersatu, Narkoba pasti kalah,” tegasnya.