Sidang Sinode GKS Jadi Ruang Kolaborasi Gereja dan Pemerintah, Gubernur serta Bupati se-Sumba Hadir

oleh
Jajaran pengurus Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) yang akan mengakhiri masa baktinya (Foto: istimewa)

Kolaborasi itu akan tampak sejak hari pertama pelaksanaan sidang. Pada Kamis (2/7/2026) dijadwalkan berlangsung Seminar Panel Pemerintah Daerah yang menghadirkan Gubernur NTT bersama para kepala daerah se-Pulau Sumba. Forum tersebut menjadi ruang dialog mengenai berbagai peluang kerja sama antara pemerintah dan gereja dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

Diskusi yang dibangun tidak hanya berkutat pada isu pelayanan gerejawi. Lebih jauh, seminar akan membahas berbagai persoalan aktual, mulai dari pembangunan sumber daya manusia, penguatan pendidikan, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai kekristenan yang sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Pendeta Yakub Malo Bili menjelaskan bahwa kehadiran para kepala daerah merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengakuan terhadap kontribusi GKS yang selama puluhan tahun hadir melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan kehidupan sosial di berbagai wilayah pelayanan gereja.

“Kehadiran para pimpinan daerah menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara gereja dan pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Sidang Sinode ke-44 GKS sendiri mengusung tema “Merawat Kehidupan dalam Kasih Kristus” yang berlandaskan Mazmur 24:1. Tema tersebut dinilai relevan dengan berbagai tantangan yang sedang dihadapi masyarakat, mulai dari persoalan lingkungan hidup, ketahanan pangan, keadilan sosial, hingga penguatan budaya lokal. Dalam konteks itu, gereja tidak hanya dipanggil memperkuat kehidupan rohani jemaat, tetapi juga menjadi mitra aktif pemerintah dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Selain menjadi ruang kolaborasi lintas sektor, Sidang Sinode ke-44 juga akan mengevaluasi pelayanan GKS selama empat tahun terakhir, menetapkan arah kebijakan pelayanan periode 2026–2030, serta memilih kepemimpinan baru Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKS yang akan mengemban amanat pelayanan pada periode berikutnya.

Dengan kehadiran pemerintah, lembaga gerejawi, perguruan tinggi Kristen, dan berbagai mitra strategis lainnya, Sidang Sinode ke-44 GKS di Nggongi diproyeksikan menjadi salah satu pertemuan gerejawi terbesar yang tidak hanya menghasilkan keputusan internal organisasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berlandaskan kasih Kristus di Pulau Sumba maupun Nusa Tenggara Timur.(wyn)