Waingapu.Com-Target ambisius mulai dipasang dalam pembangunan tambak udang modern di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, NTT. Dua klaster pertama kawasan budidaya udang yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) diupayakan sudah beroperasi pada tahun 2027.
Target tersebut merupakan arahan langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, saat meninjau lokasi pembangunan tambak udang raksasa di Laipori pada 27 Februari 2026 lalu.
Project Construction Manager PT Adhi Karya, Abdul Kadir, memastikan pihaknya sedang bekerja maksimal agar target pemerintah tersebut dapat direalisasikan meski proyek secara keseluruhan baru dijadwalkan selesai pada November 2028.
“Kami berusaha memenuhi permintaan Menteri Kelautan dan Perikanan. Kami optimistis dua klaster sudah bisa beroperasi pada tahun 2027,” kata Abdul Kadir kepada wartawan, Senin (29/6/2026) siang lalu.
Optimisme itu didukung dengan percepatan pekerjaan di lapangan. Hingga saat ini progres fisik pembangunan telah mencapai 4,21 persen, mencakup pembangunan fasilitas sementara, kolam budidaya udang, hingga fasilitas pengolahan limbah pada kawasan klaster.
Untuk mengejar target tersebut, perusahaan mengoperasikan sekitar 300 unit alat berat yang bekerja hampir di seluruh area pembangunan. Sebanyak 140 unit merupakan ekskavator, sedangkan sisanya dump truck besar yang mendukung pekerjaan pemindahan material.
Menurut Abdul Kadir, aktivitas konstruksi juga didukung sekitar 400 tenaga kerja, termasuk operator alat berat yang setiap hari bekerja membentuk kawasan budidaya udang modern di atas lahan lebih dari dua ribu hektare.
Pantauan di lokasi Klaster 4 memperlihatkan pekerjaan berlangsung serentak di berbagai sektor. Ekskavator menggali jalur perpipaan menuju sistem instalasi pengolahan air limbah, sementara alat lainnya membentuk tanggul serta petak-petak kolam budidaya.
Sebanyak 128 kolam di Klaster 4 mulai terlihat jelas. Masing-masing kolam memiliki ukuran 50 meter x 50 meter, yang nantinya menjadi bagian dari sistem budidaya udang modern berbasis kawasan.
Keberhasilan mengoperasikan dua klaster pada 2027 dinilai menjadi tonggak penting sebelum seluruh kawasan selesai dibangun pada 2028. Dengan demikian, produksi udang dapat dimulai lebih awal sembari penyelesaian klaster lainnya tetap berjalan.
Proyek bernilai Rp7,2 triliun tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional di sektor kelautan dan perikanan. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem budidaya udang modern yang dilengkapi berbagai infrastruktur penunjang, mulai dari sistem pengolahan limbah, jaringan perpipaan, hingga fasilitas operasional yang terintegrasi.
Apabila target operasional dua klaster berhasil dicapai pada 2027, proyek ini diyakini akan menjadi tonggak baru pengembangan industri budidaya udang nasional sekaligus memperkuat posisi Sumba Timur sebagai salah satu pusat produksi udang modern di Indonesia(ped/ion)







