Waingapu.Com-Kodim 1601/Sumba Timur resmi ditunjuk sebagai salah satu dari hanya tiga titik lokasi seleksi calon anggota TNI AD Korps Kavaleri khusus penunggang kuda di seluruh Indonesia. Penunjukan ini disambut gegap gempita, terutama oleh para pemuda Pulau Sumba yang berbondong-bondong mendaftarkan diri.
Dalam waktu dua hari pendaftaran yang ditutup pada Selasa siang (22/7/2025), sebanyak 694 pemuda Sumba telah mendaftar. Mereka datang dari berbagai kabupaten di Sumba, dengan rincian: Sumba Timur b421 orang, Sumba Barat Daya 147 orang, dan Sumba Barat 126 orang.
“Kodim 1601 Sumba Timur hanya kedapatan tempat untuk menyelenggarakan wherfing penunggang kuda… jadi ini memang perintah langsung dari pusat dan waktunya pun sangat mepet,” ungkap Dandim 1601/Sumba Timur, Letkol Inf Dobby Noviyanto S, pada wartawan di Makodim.
Menurutnya, proses seleksi ini berbeda dari rekrutmen umum yang biasanya berlangsung panjang. Perintah dari Mabes TNI datang secara langsung dan waktu pelaksanaannya dipadatkan. Meski begitu, hal ini tidak menyurutkan semangat para pemuda Sumba.
“Seleksi seperti ini hanya ada di tiga tempat yakni di Sumba Timur, Minahasa, dan Padang,” kata Dobby menegaskan.
Ketika ditanya apakah ada kuota tertentu untuk Pulau Sumba atau apakah rekrutmennya akan berlanjut ke tahap berikut secara bergelombang, Dandim mengaku belum mendapat informasi rinci dari pusat.
“Kita belum tahu. Tapi mudah-mudahan ini berlanjut, supaya ke depan minat putra-putra daerah bisa terus diprioritaskan,” ujarnya penuh harap.
Kodim 1601 sendiri menjadi satu-satunya titik penjaringan di Pulau Sumba, dari total tiga Kodim yang ada di wilayah tersebut. Dalam waktu dekat, tim penguji dari Jakarta akan tiba dan langsung menggelar tahapan seleksi berikutnya.
Kegiatan seleksi ini sekaligus menjadi panggung pembuktian bahwa anak-anak muda Sumba tak kekurangan semangat untuk bergabung dengan TNI. “Yang kita harapkan, seleksi seperti ini terus dilanjutkan. Karena semangat anak-anak Sumba sangat luar biasa,” pungkas Letkol Dobby.(ped)



