Ketua BKMT Kabupaten Sumba Timur, Nur Aydah, melihat perlombaan tersebut sebagai kesempatan untuk memperluas ruang bagi kaum ibu dan remaja majelis taklim.
“Yah ini menjadi ruang bagi mereka untuk kembangkan bakat, minat sekaligus untuk dakwah islam melalui seni,” ujarnya.
Tidak hanya berkompetisi, para peserta juga diajak memperlihatkan kepedulian terhadap sesama. Bersama pelajar SMP dan SMA Muhammadiyah, peserta ikut menggalang bantuan bagi korban gempa bumi di Flores.
“Ini juga jadi perhatian kami, kami berempati dengan saudari dan saudara di Flores yang tertimpa bencana. Kita kolaborasi dengan SMP dan SMA Muhammadyah,” ujarnya.
Bagi BKMT, perpaduan antara kegiatan keagamaan, seni dan kepedulian sosial tersebut menjadi modal untuk menjaga keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang.
“Dengan kegiatan seperti ini juga kami sangat berharap mereka ini kemudian bisa terlihat dalam event – event keagamaan yang lain,” ungkap Nur Aydah.
Penutupan kegiatan sekaligus penyerahan hadiah dilakukan oleh Bupati Sumba Timur yang diwakili Asisten I Setda Sumba Timur, Andreas Mulla. Gelaran perdana ini sekaligus membuka ruang baru bagi kelompok majelis taklim untuk terus menunjukkan kemampuan mereka melalui seni qasidah.(ped)



