Sebelum evakuasi dimulai, On Scene Coordinator (OSC) memberikan pengarahan kepada seluruh unsur SAR gabungan mengenai pembagian tugas dan prosedur keselamatan. Beberapa menit kemudian, proses pengangkatan korban dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi medan yang cukup menyulitkan.
Sekitar pukul 09.54 WITA, jenazah Karel Bire berhasil dievakuasi. Tangis keluarga pecah ketika petugas membawa korban keluar dari lokasi. Warga yang sejak awal mengikuti proses tersebut hanya bisa menyaksikan dengan wajah penuh keprihatinan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
“Keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama yang baik antar unsur SAR. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, dedikasi, dan respons cepat dalam pelaksanaan operasi SAR ini. Meskipun korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, seluruh proses evakuasi dapat dilaksanakan dengan aman, cepat, dan sesuai prosedur,” ujar Mexianus Bekabel.
Operasi SAR kemudian resmi ditutup setelah dilakukan debriefing pada pukul 10.10 WITA. Seluruh personel kembali ke instansi masing-masing, sementara warga perlahan meninggalkan lokasi dengan membawa rasa duka yang masih menyelimuti lingkungan tersebut.
Tragedi di Airnona tidak hanya meninggalkan kehilangan bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi refleksi bagi masyarakat tentang pentingnya kepedulian sosial terhadap warga lanjut usia serta kewaspadaan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.(wyn)







