Waspada, Bibit Siklon 97S Picu Ancaman Cuaca Ekstrem di NTT Sepekan ke Depan

oleh
Angin dan gelombang tinggi-Foto: ilustrasi waingapu.com

Kupang, Waingapu.Com-Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi memasuki fase paling rawan cuaca ekstrem pada Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul terpantau adanya Bibit Siklon Tropis 97S di utara Benua Australia.

Fenomena atmosfer tersebut berpotensi berkembang menjadi siklon tropis yang memengaruhi pola angin di NTT. Dampaknya, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat diperkirakan terjadi secara meluas dalam periode 17–23 Januari 2026.

BMKG menjelaskan, Bibit Siklon 97S memicu terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin di wilayah NTT. Kondisi ini diperparah dengan menguatnya Monsun Asia serta aktifnya gelombang ekuatorial Rossby, Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO).

“Kombinasi dinamika atmosfer tersebut sangat mendukung pertumbuhan awan hujan berskala besar,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, dalam keterangan resminya yang diterima media ini, Minggu(18/1/2026).

BMKG memetakan hampir seluruh kabupaten dan kota di NTT masuk dalam zona waspada, mulai dari wilayah Flores, Timor, hingga Sumba. Potensi hujan lebat juga berpeluang disertai petir, kilat, dan angin kencang.

Daerah yang masuk dalam peringatan dini antara lain Manggarai Raya, Ngada, Ende, Sikka, Lembata, Flores Timur, Alor, Belu, Malaka, hingga Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Wilayah kepulauan seperti Rote Ndao dan Sabu Raijua juga tidak luput dari ancaman cuaca ekstrem. BMKG menilai kondisi ini berisiko tinggi mengganggu aktivitas transportasi laut dan udara.

Di Pulau Sumba, seluruh kabupaten, termasuk Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Barat Daya, diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir dan longsor.

BMKG menegaskan masyarakat tidak perlu panik, namun harus cermat dalam merencanakan aktivitas harian, terutama kegiatan luar ruangan dan perjalanan lintas wilayah.

“Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terkini karena sifat cuaca sangat dinamis,” kata Sti Nenot’ek.(ion)

Komentar