Kupang,Waingapu.Com-Pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah di Nusa Tenggara Timur tidak hanya difokuskan pada arus mudik, tetapi juga pada berbagai objek vital yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat.
Dalam Operasi Ketupat Turangga 2026, Polda NTT menyiapkan pengamanan di 14 bandara, 38 pelabuhan, 28 terminal, 56 pusat perbelanjaan, serta 153 objek wisata dan tempat ibadah.
Apel gelar pasukan yang berlangsung di Lapangan Mapolda NTT, Kamis (12/3/2026) menandai dimulainya operasi pengamanan tersebut.
Kapolda NTT Irjen Pol. Rudy Darmoko melalui Kabid Humas Kombes Pol. Henry Novika Chandra mengatakan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman.
“Operasi ini berlangsung selama 13 hari, mulai 13 sampai 25 Maret 2026, dengan melibatkan 3.068 personel gabungan dari Polri dan instansi terkait,” kata Henry.
Ia menjelaskan, pengamanan difokuskan pada lokasi-lokasi yang memiliki mobilitas tinggi selama masa libur Lebaran.
Selain objek vital transportasi, aparat juga memberikan perhatian khusus pada tempat ibadah yang akan digunakan masyarakat saat perayaan Idul Fitri.
“Sebanyak 201 masjid akan diamankan dengan estimasi 91.386 jemaah, serta 46 lapangan yang diperkirakan digunakan untuk salat Id dengan jumlah jemaah mencapai 123.600 orang,” jelasnya.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, aparat juga mendirikan berbagai pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah di NTT.
Melalui pengamanan ini, kepolisian berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah dan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
“Harapan kami masyarakat dapat melaksanakan ibadah dan mudik dengan aman serta merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan,” pungkas Henry.(rud)







