Segelintir Pendemo, Suara Mayoritas: Aksi Mahasiswa Lewa Bongkar Dugaan Mafia BBM

oleh
Aliansi Peduli Kelangkaan BBM di Lewa gelar aksi demo ke Polres, Kantoir Bupati dan DPRD Sumba Timur-Foto Kolase: Waingapu.Com

Waingapu.Com-Jumlah boleh sedikit, namun suara yang dibawa menggelegar. Itulah gambaran aksi Aliansi Peduli Kelangkaan BBM di Lewa yang digelar di Waingapu, Kamis (18/12/2025) siang lalu.

Hanya sekitar 12 orang turun ke jalan, namun mereka mengklaim membawa aspirasi mayoritas warga Lewa Raya (Lewa, Lewa Tidahu, Nggaha Ori Angu, Katala Hamu Lingu) yang terdampak kelangkaan BBM.

Dalam orasinya, demonstran menuding adanya praktik tidak beres dalam distribusi BBM, terutama Solar dan Pertalite subsidi yang dinilai tidak tepat sasaran.

“Kelangkaan ini bukan kebetulan. Ada dugaan kuat permainan oknum dan mafia BBM yang harus dibongkar,” ujar salah satu orator dengan lantang.

Harga Pertalite yang mencapai Rp80 ribu per botol 1.500 ml disebut sebagai bukti kegagalan pengawasan distribusi BBM di tingkat bawah.

Aksi tersebut menyasar tiga lembaga strategis: Polres Sumba Timur, Kantor Bupati, dan DPRD, sebagai bentuk desakan agar negara hadir.

Di Polres, Wakapolres Kompol Basith Algadrie menyatakan keterbukaan pihaknya terhadap laporan masyarakat.

“Kami siap menindaklanjuti jika ada bukti penyimpangan atau penimbunan BBM subsidi,” katanya.

Di Kantor Bupati, Wakil Bupati Yonathan Hani menyebut persoalan BBM tidak bisa diselesaikan secara parsial.

“Kalau ada oknum bermain, harus ditertibkan. BBM subsidi adalah hak rakyat kecil, kita sepakat dengan hal itu,” tegasnya.

DPRD melalui Komisi B yakni Ketua Abdul Haris dan Wakil Ketua Umbu Hapu Mbeju menyatakan akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Pertamina untuk meminta penjelasan resmi. Aliansi menegaskan, mereka akan terus mengawal isu ini hingga distribusi BBM kembali normal dan berpihak pada masyarakat kecil.(ion)

Komentar