Danrem Wira Sakti Ingatkan Spirit Prajurit & Tinjau Pompa Hidram Laindeha

oleh
Danrem Saka Wirasakti

Waingapu.Com – Komandan Resort Militer (Danrem) 161 – Wira Sakti, Brigjen TNI. Iman Budiman mengingatkan hakekat dan spirit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah ikhlas mewakafkan diri dan jiwanya bagi keutuhan dan keamanan NKRI. Hal itu ditegaskannya kala memberikan arahan pada prajurit di lingkup Kodim 1601 Sumba Timur, Rabu (19/01) lalu. Dalam rangkaian kunjungan kerja (Kunker) itu, Iman juga melakukan peninjauan ke lokasi pompa hidram dan lahan pertanian warga di desa Laindeha, Kecamatan Pandawai.

“Ingat, ketika kita bersedia menjadi tentara, kita sudah wakafkan diri dan jiwa kita untuk keutuhan dan keamanan dan pertahanan NKRI dari segala ancaman, baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Tidak ada lagi yang bisa menahan kita, sekalipun harus menjadi umpan peluru juga tameng terdepan NKRI dari disintegrasi ataupun invasi dari luar,” tegas Iman Budiman.

Baca Juga:  Kekeringan Mengancam Sumba Timur, Beras Pemerintah Habis

Ketika melakukan peninjauan ke lokasi pompa hidram dan bak penampung serta lahan warga di Laindeha, Danrem didampingi Dandim. 1601 Sumba Timur, Letkol (Czi) Aditya Triwirawan dan Asisten III Setda, Lu Pelindima, kembali menegaskan komitmen TNI untuk membantu warga di lokasi itu.

“Jadi pompa Hidram dan juga pendampingan yang dibangun bersama warga secara gotong royong adalah salah satu bentuk kepedulian TNI. Semoga bisa dioptimalkan pemanfaatannya bagi warga dan peningkatan kesejahteraannya. Kami akan selalu siap bantu semampu kami jika diperlukan,” tandas Iman.

Joni Maramba Tana, Kepala Desa Laindeha, yang kala itu bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat juga ketua kelompok tani, menyatakan terima kasihnya untuk bantuan TNI, terkhususnya Pangdam, Danrem dan Dandim. Figur yang kembali dipercaya warga menjabat kades untuk periode ke-3 itu, dalam kesempatan konfirmasi dua hari sebelumnya juga menyatakan harapannya.

Baca Juga:  Catatan Kritis Untuk Investasi Di Sumba Timur

“Kalau bisa nanti jangan hanya 20 atau 30 hektar lahan saja yang diuji coba pengolahannya bersama TNI, dan juga PT. MSM namun kalau bisa berkelanjutan. Warga di sini secara umum terbatas dalam sumber daya pengetahuan dan juga peralatan pertanian yang modern,” ungkap Joni sembari menambahkan bahwa lahan dimaksud nantinya akan ditanami jagung, sorgum dan tanaman lainnya yang punya nilai ekonomi tinggi. (ion)

Komentar