Keikutsertaan peserta dari berbagai daerah di Indonesia juga memperlihatkan bahwa Humba Cup telah berkembang menjadi agenda yang mampu menarik perhatian di luar Pulau Sumba.
Peserta datang dari Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, serta empat kabupaten di Pulau Sumba.
Keberagaman peserta menjadi indikator bahwa pacuan kuda di Sumba memiliki potensi untuk berkembang menjadi agenda wisata olahraga berskala nasional.
Jika dikelola secara berkelanjutan, Humba Cup tidak hanya mampu melestarikan budaya, tetapi juga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumba Timur.
Dengan memadukan olahraga, budaya, dan promosi daerah, Humba Cup IV 2026 menjadi bukti bahwa tradisi lokal mampu menjadi daya tarik yang memiliki nilai ekonomi tinggi.(wyn)






