Waingapu.Com-Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT PELNI kembali menghadirkan stimulus ekonomi berupa diskon 20 persen untuk tiket kapal penumpang kelas ekonomi. Program ini berlaku untuk perjalanan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 di seluruh trayek kapal PELNI. Masyarakat Sumba Timur diyakini jadi salah satu kelompok penumpang yang paling antusias menyambut kebijakan ini.
Kepala PT PELNI Cabang Waingapu, Setya Darmawan, menjelaskan bahwa stimulus ini bukan sekadar promosi musiman, melainkan kebijakan berbasis kuota. “Yang perlu dipahami namanya stimulus tiket itu tidak tergantung pada jangka waktu, tapi kuota jumlah rupiah dan tiket penumpang,” tegasnya. Artinya, meskipun masa berlaku hingga 10 Januari, kuotanya bisa habis lebih cepat.
Program diskon hanya berlaku untuk tiket kelas ekonomi dan tidak termasuk asuransi maupun pas masuk pelabuhan. Ini membuat tarif perjalanan turun signifikan, terutama pada rute yang jaraknya cukup jauh, seperti Waingapu–Surabaya atau Waingapu–Makassar.
PELNI Cabang Waingapu sendiri melayani lima kapal yang rutin masuk Pelabuhan Nusantara Waingapu, yakni KM Awu, KM Binaiya, KM Wilis, KM Egon, dan KM Sabuk Nusantara 90. Kelima armada ini diproyeksikan menjadi tulang punggung pergerakan penumpang selama musim liburan.
Setya juga kembali mengingatkan pentingnya ketelitian identitas. “Pada penumpang kami tekankan pentingnya persiapan kartu identitas karena tidak ada toleransi nama di tiket beda dengan nama pada kartu identitas. Juga untuk bayi 0 bulan sampai dengan 24 bulan tetap diberlakukan tiket,” ujarnya. Kebijakan ini berlaku nasional demi ketertiban perjalanan.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh tiket harus dibeli melalui aplikasi PELNI Mobile atau channel resmi untuk mencegah calo dan penipuan. “Kami ingin memastikan masyarakat tidak terbebani biaya perjalanan, tapi juga terlindungi dari praktik ilegal,” tambahnya.
Antusiasme pembelian tiket diskon sudah terlihat sejak pengumuman awal. Banyak warga mulai memesan tiket jauh-jauh hari untuk memastikan mendapatkan kuota stimulus.
Selain memudahkan masyarakat pulang kampung, kebijakan ini juga diharapkan memberi dampak positif pada ekonomi daerah. UMKM yang menggantungkan penjualan pada arus pelancong diprediksi ikut menikmati efeknya.
Setya menutup dengan harapan sederhana namun bermakna. “Kami hadir untuk membantu masyarakat menikmati perjalanan akhir tahun dengan biaya yang lebih ringan, aman, dan tertib,” katanya.(ion)







