Keluarga Masih Terus Lakukan Pencarian 3 Warga yang Hilang di Laut Kadumbul

oleh
oleh

Waingapu.Com – Tim SAR Gabungan yang diantaranya terdiri dari unsur SAR Pos Waingapu, BPBD, Polsek dan Babinsa di Desa Kadumbul, Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur, NTT telah menghentikan pencarian 3 warga yang dinyatakan hilang  di laut Kadumbul. Kendati demikian kerabat korban tetap berupaya melakukan pencarian mandiri di pesisir pantai. 

Dominggus Bole, kerabat dari Jemi Wadu (24) Domitrius Bole (25) dan Heriyana (28) yang dinyatakan hilang itu, kepada wartawan, Senin (17/4/2023) malam via gawainya menegaskan tekad keluarga untuk terus melakukan pencarian.

“Kami berterima kasih atas bantuan Tim SAR Gabungan yang telah membantu lakukan pencarian. Dan karena memang sesuai ketentuan sudah harus diakhiri yaa kami maklumi. Namun demikian kami tetap akan berupaya semampu kami untuk mencari anak, ponaan dan saudara kami itu,” ungkap Dominggus.

Baca Juga:  Jelang NATARU di Sumba Timur, Bulog Waingapu Pastikan Stok Beras & Gula Aman

Bahkan hingga kini sebut Dominggus keluarga menyakini kerabat mereka yang dinyatakan hilang saat melaut sejak Senin (10/4/2023) lalu itu masih bisa ditemukan dalam kondisi yang baik. 

“Kami tetap berdoa dan berpikir positif bahwa mereka selamat dan baik-baik saja hanya memang belum ditemukan. Bisa saja bersama perahu mereka terbawa arus ke tengah laut atau bahkan telah masuki wilayah di luar Sumba Timur,“ timpal Dominggus.

Diakuinya, setiap hari mulai pagi hingga menjelang petang, keluarga tetap melakukan pencarian dan penyisiran di pesisir pantai Kadumbul, Patawang dan Laipori. Juga diharapkan keluarga dukungan doa dari kerabat dan kenalan serta seluruh masyarakat agar ketig kerabat mereka itu bisa ditemukan apapun kondisinya.      

Baca Juga:  Tragis, Anak 5 Tahun Diterkam Buaya di Warambadi, BKSDA Diminta Respon

Dihubungi terpisah, Serma SAR Piter Melkianus Koroh selaku Koordinator Pos SAR Waingapu, Senin (17/4/2023) malam membenarkan operasi pencarian telah ditutup. Melalui pesan WA, pihaknya menjelaskan operasi telah ditutup sejak Minggu (16/4/2023) kemarin dan selanjutnya hanya dilakukan pemantauan. (ion)

 

Komentar