Kematian Axi Rambu Kareri Memantik IPW Desak Kapolda NTT Bentuk Tim Investigasi

oleh

Waingapu.Com-Kematian Axi Rambu Kareri Toga yang meninggal secara tidak wajar di usia 16 tahun dalam kondisi tergantung di shower kamar mandi toko CK2 pada 18 Januari 2024 silam kini kembali jadi bahasan publik. Peristiwa itu kini memantik Indonesia Police Watch (IPW) untuk bersuara.

Dalam rilisnya, IPW mendesak Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko membentuk tim investigasi independen guna membongkar tabir kematian Axi. Dorongan ini lahir dari kegelisahan masyarakat, keluarga, serta aliansi “Aksi untuk Axi” yang terdiri dari lembaga-lembaga gereja, organisasi perempuan, dan kalangan akademisi di Sumba.

Diuraikan IPW, keanehan terletak pada posisi tubuh Axi yang tergantung dengan kaki menekuk, baju basah padahal tidak ada air yang menetes, serta CCTV yang hilang. Sementara pihak kepolisian melalui AKBP Fajar WLS yang kala itu menjabat Kapolres menyatakan Axi bunuh diri tanpa kekerasan. Ironisnya, yang bersangkutan kini jalani proses sidang di Pengadilan Negeri Kupang atas kasus pencabulan anak dan narkoba.

Aliansi “Aksi untuk Axi” dan IPW menuntut proses keadilan dibuka seterang mungkin. “Kami hanya ingin kebenaran. Jika Axi memang bunuh diri, buktikan secara transparan. Tapi jika ada kekerasan, siapa pun pelakunya harus bertanggung jawab,” ungkap seorang anggota keluarga.

Kasus Axi menjadi simbol perjuangan kemanusiaan di Sumba Timur. Jeritan keadilan ini terus menggema, berharap polisi berpihak pada kebenaran, bukan pada kekuasaan.(ion)