Jakarta, Waingapu.Com— Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan perluasan akses layanan JKN terus digencarkan, terutama ke wilayah pedalaman dan perbatasan. Melalui layanan keliling di 37.858 titik dan kehadiran Mal Pelayanan Publik di 227 lokasi, BPJS Kesehatan mencatat lebih dari 1,3 juta transaksi layanan sepanjang 2024.
“Ini adalah bentuk konkret negara hadir hingga ke pelosok, memastikan setiap warga memiliki akses kesehatan yang memadai,” ujar Ghufron dalam Public Expose di Jakarta, Senin (14/7/2025).
Upaya menjangkau wilayah yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai (DBTFMS) dilakukan dengan menggandeng rumah sakit apung dan mengirimkan tenaga medis ke wilayah seperti Papua, Maluku, NTT, hingga Kalimantan Utara.
Di sisi layanan digital, BPJS Kesehatan terus berinovasi lewat Aplikasi Mobile JKN, PANDAWA via WhatsApp, dan layanan video conference via Zoom. Telekonsultasi juga telah dimanfaatkan oleh 17,2 juta peserta di lebih dari 21 ribu fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Sementara itu, enam janji layanan JKN seperti cukup berobat pakai KTP, tanpa biaya tambahan, dan tanpa diskriminasi, ditegaskan berlaku di seluruh fasilitas mitra BPJS Kesehatan.
“Kami bukan hanya menjangkau, tapi memastikan layanan yang diberikan ramah, transparan, dan berkualitas,” tegas Ghufron.
Dari sisi pengelolaan dana, BPJS Kesehatan kembali mendapat opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) ke-11 kalinya. Aset bersih Dana Jaminan Sosial (DJS) mencapai Rp49,52 triliun dan hasil investasi melebihi target hingga Rp5.395,6 miliar.
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Abdul Kadir, menyebut capaian ini menandai fase kematangan Program JKN yang menjadi bukti keberhasilan negara dalam menjamin hak dasar warga.(ion)







