Saxophone Romo Budi Mainkan Instumental Sholawat Badar Warnai Buka Puasa Lintas Agama di Paroki MBSM Waingapu

oleh
Buka Puasa bersama dalam semangat toleransi dilaksanakan di Paroki MBSM. KIan semarak dengan lantunan Saxopone RD. Aloysius Budi Purnomo(Foto: Waingapu.Com)

Waingapu.Com-Kebersamaan lintas agama terasa begitu hangat dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Aula Bintang Kejora Paroki Maria Bunda Selalu Menolong (MBSM) Kambajawa, Kota Waingapu, Kamis (5/3/2026) petang lalu.

Selain menjadi ajang silaturahmi umat Muslim dan Katolik, kegiatan tersebut juga menghadirkan momen yang tak biasa ketika Sekretaris Eksekutif Komisi HAK Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) RD Aloysius Budi Purnomo memainkan saxophone.

Di hadapan para peserta, Romo Budi membawakan instrumental lagu “Indonesia Pusaka” yang langsung mengundang tepuk tangan meriah.

Tak berhenti di situ, ia juga memainkan alunan Sholawat Badar dengan saxophone, menghadirkan suasana haru sekaligus hangat dalam kebersamaan lintas iman.

Kegiatan ini dihadiri Pastor Paroki MBSM RD Yakobus Lodo Mema atau Romo Jack serta Wakil Ketua MUI Sumba Timur Haji Ilyas Ismail.

Romo Jack mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kesadaran bahwa manusia pada dasarnya adalah saudara.

“Peristiwa keakraban ini ibarat kita menemukan mutiara atau emas di tengah kekeringan,” ujarnya.

Menurutnya ajaran kasih dalam iman Kristiani mengajarkan manusia untuk menghormati dan mengasihi sesama tanpa memandang latar belakang agama.

“Ajaran Yesus adalah kasih. Mengasihi manusia seperti diri sendiri,” katanya.

Wakil Ketua MUI Sumba Timur, Haji Ilyas Ismail, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai simbol keharmonisan masyarakat.

“Kami mencoba membuat satu kegiatan untuk menyatukan umat dalam persaudaraan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan karena adanya konflik antar umat beragama, melainkan sebagai upaya menjaga keharmonisan yang sudah terbangun.

“Buka puasa ini kegiatan sakral bagi umat Islam, tetapi kebersamaan dengan saudara-saudara Katolik membuat nilainya semakin indah,” ujarnya.

Sementara itu Romo Budi menilai kegiatan tersebut sebagai contoh nyata kerukunan umat beragama di Indonesia. Dan itu kian direkatkan dalam momentum Ramadhan.

“Apa yang dibuat di Paroki Maria Bunda Selalu Menolong ini menjadi best practices bahwa persaudaraan sejati itu bisa diwujudkan dan tidak sebatas rangkaian kata,” katanya.(ion)