Menurut Siti Aminah, semboyan tersebut menjadi pedoman nilai dalam seluruh rangkaian kegiatan. Peserta diharapkan mampu menerjemahkannya dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah namun di lokasi yaang sama, Pembina Senior Kwarcab Pramuka Sumba Timur, James Quido, mengatakan penyelenggaraan kegiatan memang menghadapi berbagai keterbatasan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat untuk menghadirkan kegiatan yang bermakna bagi generasi muda.
“Kegiatan ini memang diawali dan dilandasi ragam keterbatasan namun kami disatukan dengan hati yang murni untuk menanamkan rasa peduli, cinta dan kasih dalam hati peserta dan tidak sebatas hanya dibibir atau jargon semata,” timpal James Quido.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi moderasi beragama dari Kementerian Agama, wawasan kebangsaan dan bela negara dari Kodim 1601 Sumba Timur serta materi kamtibmas dan lalu lintas dari Polres Sumba Timur.
Selain pembekalan, peserta mengikuti pembinaan kerohanian lintas iman, malam api unggun, pentas seni budaya dan karnaval budaya moderasi beragama. Kegiatan mendapat dukungan Kantor Kementerian Agama Sumba Timur, Pemerintah Daerah, Polres Sumba Timur, Kodim 1601 Sumba Timur, Kwarcab Gerakan Pramuka serta sejumlah donatur.(ion)


