Kupang, Waingapu.Com-Sebuah permintaan bantuan darurat dari Yacht Escape Pod menggedor komunikasi SAR Kupang pada Jumat pagi (14/11/2025). Kapal yang sedang melintasi selatan Pulau Timor itu melaporkan bahwa salah satu krunya, Thonnard Julie, mengalami sakit berat dan membutuhkan evakuasi medis segera.
Pukul 10.25 Wita, agen kapal Mateu menghubungi Kansar Kupang dan menyampaikan kondisi Julie yang mengalami peradangan lambung. Situasi tersebut membuat kapten kapal meminta bantuan darurat sebelum kondisi korban semakin memburuk.
Tim Rescue Kansar Kupang bersama ABK KN SAR Antareja segera bersiap. Dipimpin Kasi Operasi dan Siaga, Muhdar, mereka bergerak cepat dari Pelabuhan Navigasi Kupang pada pukul 10.45 Wita. Perjalanan menuju titik evakuasi ditempuh nyaris tiga jam karena kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Setiba di lokasi pada pukul 14.00 Wita, tim langsung melakukan pendekatan terhadap yacht. Proses pemindahan korban dilakukan dengan protokol ketat mengingat kondisi medis Julie dan gelombang laut yang cukup menantang.
Evakuasi ini melibatkan koordinasi langsung dengan Balai Karantina Kesehatan Kelas I Kupang dan Stasiun Bakamla Kupang yang memastikan aspek kesehatan dan keamanan laut terpenuhi. Setelah berada di atas kapal SAR, Julie mendapat perawatan awal untuk menstabilkan kondisinya.
Pukul 16.28 Wita, rombongan kembali ke Pelabuhan Navigasi Kupang. Julie diserahkan kepada agen kapal untuk diteruskan ke penanganan medis lanjutan. Semua unsur yang terlibat menyelesaikan tugas sesuai perannya masing-masing.
Kepala Basarnas Kupang, Mexianus Bekabel, memuji sinergi tim. “Operasi ini berhasil karena semua elemen bekerja dalam satu komando yang sama,” katanya.
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan SAR di jalur pelayaran Darwin–Kupang yang kerap dilalui wisatawan internasional, terutama pada musim angin yang tidak menentu.(ion)



