Waingapu.Com-Di tengah derasnya perubahan arah kebijakan nasional, dua peristiwa penting menandai langkah Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dalam memperkuat tata kelola daerah: kunjungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) NTT untuk supervisi kepatuhan pengadaan barang/jasa, dan kehadiran Bupati Umbu Lili Pekuwali, dalam Rakornas Revitalisasi Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Tangerang, Rabu (13/11/2025).
Kedua agenda itu seolah saling berkait dalam semangat yang sama — membangun pemerintahan yang bersih dan memperkuat mutu layanan publik di sektor pendidikan.
Di Waingapu, Wakil Bupati Yonathan Hani menerima tim BPK NTT di ruang kerjanya. Pertemuan berlangsung hangat, membahas penguatan pengawasan internal terhadap pelaksanaan proyek dan program pengadaan barang serta jasa daerah.
“Kami terbuka terhadap setiap proses pemeriksaan. Kepatuhan bukan sekadar kewajiban hukum, tapi bentuk tanggung jawab moral kepada rakyat,” ujarnya.
BPK NTT menilai, transparansi dan tertib administrasi harus menjadi fondasi utama setiap OPD agar tak terjebak pada persoalan klasik: dokumen yang tak lengkap, laporan yang tak sinkron, hingga perencanaan yang tidak sesuai kebutuhan.
Di waktu hampir bersamaan, Bupati Umbu Lili Pekuwali hadir di ICE BSD Tangerang bersama para kepala daerah se-Indonesia. Ia menyuarakan komitmen Sumba Timur untuk tidak tertinggal dalam gerak cepat digitalisasi pendidikan nasional.
“Anak-anak di Sumba Timur punya hak yang sama untuk menikmati pembelajaran digital seperti siswa di kota besar. Digitalisasi bukan sekadar fasilitas, tapi jembatan ke masa depan,” tegas Umbu Lili.
Rakornas tersebut menjadi wadah strategis untuk membangun sinergi antara pusat dan daerah dalam menguatkan satuan pendidikan, pelatihan guru, hingga literasi teknologi sekolah.
Keterlibatan aktif Bupati Umbu Lili di forum nasional itu mencerminkan arah pembangunan Sumba Timur: memperkuat integritas pengelolaan keuangan, sekaligus memastikan hasilnya bermuara pada peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
“Transparansi dan digitalisasi adalah dua sisi mata uang yang sama keduanya menuntut disiplin, akuntabilitas, dan visi jangka panjang,” ujar salah satu pejabat BKAD yang turut hadir dalam pertemuan bersama BPK.
Kombinasi dua langkah ini menunjukkan wajah baru birokrasi Sumba Timur yang sedang berbenah: terbuka terhadap pengawasan, tapi juga gesit mengikuti kemajuan zaman. Dari ruang audit hingga ruang belajar, semangat perubahan itu terus bergulir di Tana Matawai Amahu Pada Njara Hamu.(wyn)







