Waingapu.Com - Pagar tembok yang terletak di halaman belakang Sekolah Luar Biasa (SLB) Waingapu di desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, roboh diterjang gelombang ombak laut. Hampir seratus meter pagar tembok di yang roboh ini, selain merupakan tembok pelindung area sekolah dari hantaman gelombang pasang juga merupakan batas pengaman bagi sekolah itu, jika aktifitas siswa dan siswinya yang dominan terdiri anak-anak berkebutuhan khusus, lepas kontrol dari pengawasan para guru kala bermain.
Waingapu.Com - Kala sejumlah sejumlah siswa dan siswi lain dalam kebersamaan mengikuti Ujian Nasional (UN) 2013 untuk tingkat Sekolah Dasar/SDLB sederajat, Meliana Mar, yang telah berusia 17 tahun, seorang siswi Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Negeri, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) NTT, justru harus menghadapi soal ujian dalam kesendirian dalam penuh keterbatasan.
Sendiri? Ya karena karena tempatnya bersekolah adalah satu-satunya lembaga pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Selain itu , Meli, demikian biasa Ia disapa, adalah satu-satunya peserta UN SDLB tahun ini.
Waingapu.Com - Ditemani kedua orang tua, kerabat dan teman-temannya, MYS (16) seorang siswi kelas 11(sebelas) sebeuah Madrasah Aliyah Swasta (MAS) di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT mendatangi Mapolres setempat. Jumat (03/05) malam.
MYS datang untuk mengadukan tindakan pelecehan yang dilakukan HRM (31) guru Matematika di tempatnya menimba ilmu. Kepada aparat Polres yang menerima laporannya, MYS dan orang tuanya diarahkan menuju ke ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Waingapu.Com - Carut marut pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan SMK sederajat 2013 masih terus berlanjut, setelah kemarin disejumlah Sekolah ditemukan fakta kurangnya berkas soal UN, hal itu kini kembali terjadi.
Kurangya soal itu kembali berdampak ditundanya pelaksanaan ujian karena pihak panitia masih kembali harus mencari kelebihan soal di sekolah lain untuk melengkapi kekurangan berkas soal. Kondisi itu kembali terjadi di SMA Kristen Payeti, Waingapu. Sekolah yang peserta UN-nya paling banyak dibandingkan sekolah lainnya itu, harus kembali berkutat dengan kendala yang sama dengan kemarin.
Waingapu.Com - Carut marut pelaksanaan Ujian Nasional (UN) terus berlanjut. Setelah pelaksanaannya sempat ditunda, problematikanya terus berlanjut. Mulai dari distribusinya yang cenderung seadanya atau asal-asalan, sejumlah kondisi tidak lazim juga kembali ditemukan.
Di kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT misalnya, sejumlah sekolah mengaku jumlah soal yang diterima justru kurang dari jumlah siswa yang mengikuti UN. Menyiasatinya, panitia didampingi pihak sekolah dan aparat polisi terpaksa ‘bergerilya’ kesekolah lain guna mencari sekiranya ada soal yang lebih.
Waingapu.Com - Pernyataan Menteri Pendidikan Nasional, M. Nuh, kepada sekolah-sekolah untuk tetap mengikutkan siswi yang hamil atau siswa yang terlibat masalah lainnya, untuk tetap mengikuti Ujian Nasional, ternyata tidak sepenuhnya diikuti sejumlah daerah. Seperti halnya di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, siswi hamil tidak diperkenankan ikut UN.
Hasil penelusuran di sejumlah SMA dan SMK di Kota Waingapu, dan sejumlah SMA sederajat di wilayah Sumtim, didapat informasi, bahwa sedikitnya duapuluhan siswi tidak ikut UN karena hamil dan seorang lagi diduga menghamili.