Coretan Singkat Tentang Sumba

oleh
oleh

Indonesia adalah negara terbesar di Asia yang memiliki pulau yang banyak dan suku ras yang berbeda dari perbedaan itulah Indonesia menganut satu bahasa kesatuan yaitu bahasa Indonesia untuk mempersatukan bahasa-bahasa dari setiap pulau yang berbeda. Indonesia juga bisa di sebut Nusantara karena memiliki suku ras yang berbeda.

Indonesia memiliki beberapa provinsi besar yang saya amati saat ini adalah provinsi nusa tenggara timur, provinsi itu juga memiliki beberapa pulau yang sangat kaya akan budaya lebih tepatnya di Sumba pulau kecil yang berada di provinsi nusa tenggara timur yang berbatasan dengan samudera Hindia.

Pulau Sumba adalah pulau kecil yang berada di ujung timur berbatasan dengan samudera Hindia dengan luas wilayah 11.006 km² yang memiliki Jumlah empat Kabupaten yang terdiri dari kabupaten Sumba Timur,Sumba Tengah,Sumba Barat,Sumba Barat Daya. Dari empat kabupaten tersebut memiliki keunikannya masing-masing mulai dari bahasa bahkan masing-masing kecamatan memiliki bahasa daerahnya tersendiri. Itulah keunikan pulau Sumba yang di juluki sebagai tanah marapu.

Baca Juga:  “Sang Intimidator” Pulang Kampung

Sumba adalah pulau yang penduduknya menganut kepercayaan marapu yang di mana marapu adalah kepercayaan orang leluhur dari zaman dahulu kala sebelum agama lain masuk di daerah Sumba. Pulau Sumba yang di juluki sebagai tanah marapu karena kepercayaan kepada leluhur sangat besar dan banyak sekali ritual-ritual adat yang di jalankan oleh masyarakat Sumba kepada leluhurnya supaya di berikan berkat yang melimpah,contohnya ritual wulla poddu yang sering di jalankan oleh masyarakat Sumba Barat dalam setahun sekali untuk memperingati bulan suci untuk memohon kepada leluhur agar memberikan pengampunan atas dosa-dosa mereka kepada penghayat marapu.

Selain kepercayaan marapu, Sumba juga Masi memiliki beberapa tradisi yang terus mengalir dari turun temurun sampai saat ini yaitu.Belis,belis merupakan tradisi Seserahan dalam pernikahan masyarakat sumba.

Baca Juga:  Beli BBM Subsidi untuk Proyek Pembangunan?

Dan saat ini banyak sekali anak muda yang menganggap bawah hal itu adalah hal biasa karena pengaruh globalisasi sebenarnya sebagai anak muda harus mempertahankan hal itu karena itulahsalah satu kekayaan Pulau Sumba yang di juluki sebagai tanah marapu Karena kekayaan budayanya yang sangat kental.

Pesan saya kepada teman-teman anak muda yang ada di Sumba ayo kita pertahankan budaya kita dan tidak terpengaruh oleh budaya asing karena perkembangan jaman sekarang ini banyak sekali budaya asing yang mempengaruhi budaya asli kita sebagai orang Sumba. [*]

Penulis: Hutri Tena Bolo, Mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Baca Juga:  NTT Layak Anak Demi Wujudkan IDOLA

Komentar