Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus H. Takandewa, juga memberikan penekanan terhadap posisi desa dalam peta kekuatan politik partai.
Menurut Yunus, suara PDI Perjuangan sejatinya berada di desa-desa. Karena itu, keberadaan struktur partai hingga tingkat bawah dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kekuatan organisasi.
Dalam kesempatan itu, Yunus juga menyampaikan sikap PDI Perjuangan di tingkat DPD yang duduk di DPRD NTT yang hingga kini tetap menolak kebijakan merumahkan P3K Provinsi.
Yunus sekaligus membakar semangat para kader PDI Perjuangan Sumba Timur. Ia menyebut hasil survei menunjukkan PDI Perjuangan masih menjadi partai nomor satu pilihan masyarakat dari berbagai latar belakang usia dan profesi.
“Kalau hari ini kita pemilu, kita menang. Dan hasil survey memang masih seperti itu, dimana masih dimenangi PDI Perjuangan,” papar Yunus.
Ia menyebut konsistensi partai menjadi salah satu alasan PDI Perjuangan masih mendapat dukungan berdasarkan survei yang disampaikannya dalam Musancab.
“Tak bisa disangkali hingga kini, Partai kitalah yang menjadi satu-satunya partai yang diluar pemerintah yang masih tetap konsisten menolak program pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat dan menguntungkan kaum elitis segelintir itu adalah PDI perjuangan,” lanjut Yunus.
Musancab PDI Perjuangan se-Sumba Timur turut dihadiri Andreas Hugo Pareira, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI yang di tingkat partai mengemban amanah sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keanggotaan dan Organisasi, serta Stevano Rizki Adranacus, Bendahara DPD PDI Perjuangan NTT yang juga menjabat sebagai anggota DPR RI.(ion)





