Peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak kesehatan, kerusakan mental, konsekuensi sosial, serta ancaman pidana bagi pengguna maupun pengedar narkotika sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Suasana semakin hidup saat memasuki sesi diskusi. Puluhan peserta mengajukan pertanyaan kritis mengenai ciri-ciri pengguna narkoba, proses rehabilitasi, hingga langkah hukum terhadap penyalahguna dan pengedar.
Ketua Panitia Youth Camp GPDI Se-Sumba, Pdt. Rosmeni Harahap, mengapresiasi kehadiran Satresnarkoba Polres Sumba Timur yang dinilai menghadirkan edukasi penting bagi generasi muda gereja.
“Gereja tidak bisa jalan sendiri. Kami butuh sinergi dengan Polri. Pesan anti narkoba ini akan kami teruskan ke setiap kelompok sel dan komisi pemuda,” kata Rosmeni.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama “Pemuda Gereja Se-Sumba Tolak Narkoba”, dilanjutkan pembagian stiker Agen P4GN dan foto bersama sebagai simbol komitmen mewujudkan Tanah Marapu Bersih Narkoba.(wyn)







