Ahokers Kawangu – Sumba Timur Ikrarkan Pemuda Cinta Solidaritas & Toleransi

oleh -0 views
Ahoker Sumba Timur

Waingapu.Com – Tiga organisasi yakni Forum Komunikasi Pemuda Kawangu, Komunitas Ana Tana dan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Sabtu (26/01) sore hingga malam lalu melakukan aksi damai pembakaran 1000 lilin di terminal bus Kawangu, Kecamatan Pandawai. Aksi itu sebagai bentuk syukur terkait dengan bebasnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP ) alias Ahok. Ketiga organisasi yang menyatakan sebagai Ahokers itu mengangkat thema ‘Pemuda Bersuara Untuk Solidaritas dan Toleransi’ dalam aksi damai dan simpatik itu. Tiga ikrar juga dikumandangkan dalam aksi itu.

“Ikrar yang kami ucapkan ini kami adopsi dari Sumpah Pemuda. Kiranya ini bisa menjadi momentum persatuan dan spirit kami pemuda. Dan tentunya akan menjadi sejarah tersendiri bagi kami yang tergabung didalamnya,” jelas Sepritus Tangaru Mahamu, selaku inspirator dan inisiator Komunitas Ana Tana dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (26/01) malam lalu.

Dijabarkan dalam rilis itu, seruan dan spirit itu termaktub dalam Ikrar Pemuda Cinta Solidaritas dan Toleransi. Ikrar yang kala itu digemakan dalam aksi itu berbunyi :
1. Kami Pemuda-Pemudi Cinta Solidaritas Dan Toleransi mengaku Bertanah Air Satu Tanah Air Tanpa Perpecahan
2. Kami Pemuda-Pemudi Cinta Solidaritas dan Toleransi mengaku berbangsa yang Satu, Bangsa yang Mencintai Perbedaan
3. Kami Pemuda-Pemudi Cinta Solidaritas Dan Toleransi menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa tanpa Bullyan

Diakui oleh Kristiani Pedi, selaku ketua Komunitas Ana Tana, bahwa dalam aksi itu tidak banyak yang hadir, karena kendala cuaca yang tidak bersahabat. “Tidak banyak yang hadir tapi kegiatan tetap berlangsung. Tapi tidak, kualitas yang menjadi nomor satu, kuantitas itu setelahnya. Kami awali dengan pembacaan beberapa puisi dan orasi kebangsaan. Lalu kami berdiskusi bersama tentang pandangan mengenai perbedaan dan bagaimana menyikapi perbedaan. Sehubungan dengan Ahok, tak bisa disangkal dia adalah tokoh Nasional dengan idealisme yang kuat dan tidak bisa dibeli. Selain itu telah telah ada karya dan buah pemikiran dan tindakannya yang menginspirasi anak bangsa,” urai Kristiani.

Senada dengan Kristiani, dalam rilis itu, koordinator Forum Komunikasi Pemuda Kawangu Yeston Umbu Lapu Pura Tanya juga menghimbau agar rasa solidaritas dan toleransi harus terus dipupuk dan dipertahankan. Ditegaskannya, dunia menjadi indah karena adanya perbedaan sehingga tidak lagi menjadikan perbedaan sebagai masalah karena semuanya sudah selesai dengan Bhineka Tunggal Ika di bumi Indonesia ini. “Sumba pada hakekatnya punya rasa solidaritas dan toleransinya sangat tinggi. Karena itu perlu kita pertahanakan dan terapkan terus dalam keseharian, pupuk dan pertahankan keluhuran ini,” tandas Yeston.

Mendukung pernyataan dua rekannya, Sepritus Tangaru Mahamu juga menambahkan, sejatinya perbedaan adalah bumbu terbaik dari persatuan. Oleh karena itu, tidak boleh menjadikan perbedaan sebagai alasan yang bisa memecah belah persatuan,” timpalnya sembari menambahkan bahwa dalam aksi simpatik itu juga diinisiasi pengumpulan donasi untuk korban puting beliung di desa Palakahembi dan Kadumbul.(ion)

Komentar